| Foto bersama disea acara Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (26/9/2026). SUARALAWANGKUARI/SK |
Apresiasi tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Hendra, saat menghadiri Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Paguyuban Sunda S4 Kalbar H. Dede Suratman, M.Si., Ketua Panitia Tedi Rukmantara, jajaran pengurus, serta keluarga besar Paguyuban Sunda S4 Kalbar.
Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan ucapan selamat atas Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 Kalbar. Menurutnya, perjalanan selama 67 tahun menunjukkan bahwa paguyuban tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya dalam menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan melestarikan budaya Sunda.
“Perjalanan selama 67 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ini menjadi bukti bahwa Paguyuban Sunda S4 telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Kalimantan Barat dalam menjaga silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Sunda,” kata Hendra.
Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak berarti membatasi diri dari keberagaman. Sebaliknya, keberagaman budaya dapat menjadi ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Menurut Hendra, semangat tersebut sejalan dengan filosofi di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat dapat tetap mempertahankan identitas dan budaya asal, sekaligus menghormati kearifan lokal serta menjadi bagian dari kehidupan sosial di Kalimantan Barat.
“Hal ini sejalan dengan filosofi luhur ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’. Masyarakat tetap bangga dengan jati diri dan budaya asal, namun tetap menghormati kearifan lokal serta aktif menjadi bagian dari harmoni kehidupan di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Hendra mengatakan Kalimantan Barat merupakan rumah besar bagi masyarakat dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang beragam. Karena itu, ia berharap Paguyuban Sunda S4 terus berkontribusi dalam menjaga kerukunan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Selain pelestarian budaya, Pemprov Kalbar turut mengapresiasi rangkaian Milangkala ke-67 yang diisi dengan kegiatan sosial. Salah satunya melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Hendra, kepedulian tersebut menunjukkan kontribusi organisasi kemasyarakatan dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
“Mengingat tantangan karhutla di Kalimantan Barat masih memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan, kami mengajak seluruh anggota paguyuban serta masyarakat luas untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menutup sambutannya, Hendra berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam Milangkala ke-67 Paguyuban Sunda S4 dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Budaya harus tetap dilestarikan, persaudaraan dikuatkan, lingkungan dijaga, dan Kalimantan Barat dibangun bersama-sama demi mewujudkan daerah yang aman, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya. [SK]