![]() |
| Penampakan rumah Ustaz Masturi dan hujan es di Desa Pasir Palembang, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (14/10/2026) petang. |
Hujan es berlangsung selama belasan menit. Kejadian bermula ketika suara petir terdengar beberapa kali, kemudian disusul hujan dengan bunyi gaduh seperti batu berjatuhan di atas atap rumah.
Merasa penasaran dengan suara yang tidak biasa, sejumlah warga memeriksa kondisi di luar rumah dan mendapati butiran es berjatuhan bersama hujan.
Fenomena yang terbilang langka tersebut sontak menghebohkan warga. Beberapa di antaranya mengabadikan kejadian itu menggunakan kamera telepon genggam dan membagikan rekamannya ke media sosial.
Namun, cuaca ekstrem belum berakhir. Setelah hujan es, angin kencang yang diduga merupakan puting beliung menerjang kawasan permukiman dan menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Salah satu rumah yang terdampak cukup parah adalah milik Ustaz Masturi di Jalan A. Hamid RT 004/RW 002, Desa Pasir Palembang. Terjangan angin menyebabkan bagian atap rumah tersebut terangkat dan mengalami kerusakan parah.
Kasi Pemerintahan Desa Pasir Palembang, Muhammad Zulkarnain, yang dikenal masyarakat dengan sapaan Cek Zoul, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu malam.
Ia mengatakan, hujan es terjadi sebelum angin kencang menerjang permukiman warga. Berdasarkan pendataan awal, sedikitnya empat rumah dilaporkan mengalami kerusakan.
“Saya baru selesai mengecek kediaman Ustaz Masturi di Jalan A. Hamid RT 004/RW 002, Desa Pasir Palembang. Rumahnya mengalami kerusakan parah di bagian atap. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ungkapnya.
Selain rumah Ustaz Masturi, tiga rumah lainnya di wilayah RT 012 juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut.
Pemerintah Desa Pasir Palembang akan melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan kemungkinan adanya rumah lain yang turut terdampak bencana tersebut.
Meski sempat membuat warga panik, peristiwa hujan es dan angin kencang itu tidak menimbulkan korban jiwa berdasarkan informasi awal dari pemerintah desa.
Pemerintah desa masih melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan yang ditimbulkan guna memastikan kondisi warga dan bangunan yang terdampak cuaca ekstrem tersebut. [SK]
