Streaming Radio Lawang Kuari

Tragis, Bocah 7 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Sungai Kapuas

Editor: Admin author photo

 

Bocah 7 tahun yang diduga tenggelam di Sungai Kapuas tepatnya di Kecamatan Pontianak utara setelah di evakuasi. Selasa (6/10/2026). SUARALAWANGKUARI/SK
Pontianak (Suara Lawang Kuari) – Seorang bocah berusia tujuh tahun berinisial SP meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Kapuas, Jalan Selat Bali, Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara, Selasa (6/10/2026).

Kapolsek Pontianak Utara I Made Aris Candra Putra mengatakan, korban ditemukan tim gabungan sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

“Korban ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata I Made Aris Candra Putra saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.35 WIB. Saat itu, korban datang menyusul kakaknya, ZA, yang sedang bermain bersama teman-temannya di tepian Sungai Kapuas.

Korban kemudian bermain di sekitar tepian sungai. Namun, korban diduga tergelincir hingga akhirnya masuk ke dalam sungai.

Melihat kejadian tersebut, sang kakak berusaha menolong korban menggunakan pelampung yang berada di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menemukan korban.

Sang kakak kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian. Informasi tersebut selanjutnya diterima personel Polsek Pontianak Utara sekitar pukul 14.50 WIB.

Petugas kepolisian langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama personel Dit Polairud Polda Kalbar, BPBD Kota Pontianak, Damkar Hunter, serta warga sekitar.

Setelah sekitar satu jam pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi ke RS Pontianak Utara untuk mendapatkan penanganan medis.

Petugas medis melakukan pemeriksaan EKG dan tindakan resusitasi jantung paru (RJP). Namun, upaya pertolongan tidak berhasil. Petugas tidak menemukan denyut nadi maupun detak jantung korban.

Pihak rumah sakit kemudian menyatakan korban meninggal dunia pada pukul 16.08 WIB.

I Made mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihak kepolisian, korban diketahui belum bisa berenang. Peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan.

“Kami mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain di sekitar tepian sungai. Jangan sampai anak bermain sendiri tanpa pengawasan karena kondisi arus sungai dapat membahayakan,” pungkasnya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, korban kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Jalan Darma Putra, Gang Darma Putra 21, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.

Polisi bersama unsur terkait kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai. Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play