Dalam peninjauan tersebut, Ria Norsan dan Suharyanto bersama Pangdam XII/Tanjungpura melihat langsung kondisi lahan yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan proses pemadaman dan penanganan di lapangan berjalan secara optimal.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mengintensifkan penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah, aparat keamanan maupun masyarakat.
“Alhamdulillah, dari total luasan yang terdampak karhutla sekitar 38 ribu hektare, saat ini sekitar 200 hektare masih dalam penanganan. Titik api juga sudah mulai menurun dari 2.000 titik api, tinggal 100 lebih titik api. Dan alhamdulillah hari ini ada hujan,” kata Norsan.
Menurut Norsan, penanganan karhutla di Kalimantan Barat, khususnya pada kawasan gambut, membutuhkan kerja sama dan kekompakan seluruh pihak. Kondisi lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan berkelanjutan.
“Untuk kekompakan, alhamdulillah seluruh stakeholder dari TNI, Polri, kemudian Manggala Agni, kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pemerintah pusat, masyarakat peduli api, berkolaborasi semuanya untuk memadamkan ini,” ujarnya.
Norsan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang hingga kini masih berjibaku di lapangan, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat peduli api, relawan serta unsur lainnya yang terlibat dalam operasi penanganan karhutla.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat yang memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Barat, termasuk dengan hadirnya langsung Kepala BNPB untuk melihat kondisi di lapangan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, baik Bapak Presiden, Pak Menteri Dalam Negeri dan juga Kepala BNPB Pusat yang sudah langsung hadir di lokasi ini melihat langsung situasi dan kondisi kebakaran di Kalimantan Barat. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” ucap Norsan.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen Dr. Suharyanto mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Barat dilakukan secara terpadu melalui operasi darat dan udara. Pemerintah juga mengoptimalkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu mengendalikan kondisi karhutla.
Suharyanto mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terlihat dalam penanganan karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pengendalian kebakaran.
“Saya bangga melihat gabungan luar biasa di tempat ini. Pak Gubernur turun langsung, Pak Pangdam turun langsung. Lengkap unsurnya. Ada Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, Dinas Kehutanan, KPH, TNI-Polri gabung bahu-membahu,” ungkap Suharyanto.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam menghadapi karhutla, terutama pada kawasan gambut yang membutuhkan strategi pemadaman dan pembasahan secara konsisten untuk mencegah api kembali muncul.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan upaya pemadaman dan pengendalian karhutla akan terus dilakukan secara terpadu bersama Pemerintah Pusat, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, masyarakat peduli api serta berbagai unsur terkait lainnya.
Selain mempercepat pemadaman titik api, langkah tersebut juga diarahkan untuk menekan potensi penyebaran asap agar tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan dampak terhadap kesehatan maupun lingkungan. [SK]
