Streaming Radio Lawang Kuari

56 Hari Berjibaku, Brigade Dalkarhutla Kubu Raya Masih Padamkan Api di Hutan Lindung Sungai Tebedak

Editor: Admin author photo

 

Petugas KPH saat padamkan Karhutla. SUARALAWANGKUARI/SK
Kubu Raya (Suara Lawang Kuari) — Selama 56 hari, personel Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) KPH Wilayah Kubu Raya terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Hingga Kamis (24/9/2026), petugas masih melakukan pemadaman di kawasan Hutan Lindung Sungai Tebedak, Desa Pulau Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Penanganan kebakaran di kawasan tersebut telah berlangsung selama tiga hari. Medan yang sulit membuat petugas harus bertahan dan menginap di sekitar lokasi untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.

Kepala Regu Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya, Florensius Loren, mengatakan kondisi api mulai terkendali. Meski demikian, asap dan sejumlah titik api kecil masih ditemukan di bagian tengah kawasan hutan.

“Api sudah mulai bisa teratasi. Tinggal menyisakan asap dan titik-titik api kecil di bagian tengah,” kata Florensius.

Menurutnya, proses pemadaman menghadapi berbagai kendala. Titik kebakaran berada di kawasan yang dipenuhi semak dan belukar rapat, sehingga petugas harus membuka akses secara manual menggunakan parang untuk menembus akar kayu dan tumbuhan yang menghambat pergerakan menuju titik api.

Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Petugas harus memasang selang hingga belasan sambungan untuk menyalurkan air ke titik api.

“Selama tiga hari ini sumber air cukup jauh, sehingga harus menggelar selang belasan sambungan. Akar-akar kayu juga sulit diterobos kalau tidak menggunakan parang untuk membuka akses masuk ke dalam hutan,” ujarnya.

Kebakaran tersebut tidak hanya menyulitkan proses pemadaman, tetapi juga berdampak terhadap ekosistem Hutan Lindung Sungai Tebedak. Sejumlah pohon endemik hangus terbakar dan tumbang akibat dilalap api.

Kondisi itu turut mengganggu habitat satwa yang berada di kawasan hutan. Satwa yang kehilangan habitat diperkirakan berpindah menuju bagian hutan yang masih aman dan belum terdampak kebakaran.

Di tengah panjangnya proses penanganan karhutla, kondisi personel Brigade Dalkarhutla KPH Wilayah Kubu Raya saat ini masih sehat. Florensius mengatakan sebelumnya terdapat anggota yang sempat jatuh sakit setelah menjalani rangkaian pemadaman, namun kini telah pulih.

“Personel kondisi sehat semua. Memang sempat ada yang jatuh sakit di pertengahan waktu kemarin, tetapi sudah pulih,” katanya.

Setelah 56 hari melakukan penanganan karhutla, personel KPH Wilayah Kubu Raya masih melanjutkan pemadaman dan penyisiran di lokasi.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh titik api yang tersisa benar-benar padam dan mencegah kebakaran kembali meluas ke kawasan hutan lainnya. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play