![]() |
| Petugas saat melakukan MOP UP di lokasi kebakaran. SUARALAWANGKUARI/SK |
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh sisa bara api benar-benar padam setelah kebakaran yang terjadi pada malam sebelumnya sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial.
Kepala UPT KPH Sanggau Barat, Marcelinus Rudy, mengatakan kegiatan pembasahan dilakukan menyusul temuan sejumlah titik bara api yang masih tersisa di area bekas kebakaran. Tim gabungan menyisir lokasi secara menyeluruh untuk mencegah potensi munculnya kembali kobaran api yang dapat memicu kebakaran lanjutan.
“Tim memastikan sisa-sisa bara api benar-benar padam agar tidak terjadi lagi karhutla di lokasi tersebut,” ujar Marcelinus.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Area yang terdampak didominasi vegetasi semak belukar dan hutan sekunder dengan karakteristik tanah mineral.
Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Aparat terkait terus mengumpulkan informasi dan melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
“Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait,” jelasnya.
Marcelinus menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan. Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah dan sisa vegetasi yang dapat memicu api meluas.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah dan sisa-sisa vegetasi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi munculnya api,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan secara cepat sebelum meluas.
Menurut Marcelinus, langkah pencegahan merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di Kalimantan Barat. Upaya bersama antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan angka kejadian karhutla yang dapat berdampak pada kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat.
“Pencegahan merupakan cara terbaik untuk melindungi masyarakat, hutan, dan sumber daya alam Kalimantan Barat agar tetap hijau dan lestari,” pungkasnya.[SK]
