Aksi kemanusiaan tersebut digelar bersamaan dengan rangkaian ritual Sembahyang Rampas atau Chiong Si Ku di Kelenteng Yayasan Tri Dharma Mempawah, Jalan Gusti M. Taufik, Kelurahan Terusan, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (27/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, AMPC Mempawah berkolaborasi dengan Yayasan Tri Dharma Mempawah, Polres Mempawah dan Polsek Mempawah Hilir membagikan lebih dari 1.000 lembar masker kepada masyarakat.
Ketua AMPC Mempawah Adi Santoso mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap Karhutla.
“Pembagian masker ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap Karhutla yang akhir-akhir ini kian pekat menyelimuti Kota Mempawah dan sekitarnya,” ujar Adi.
Menurutnya, kondisi kabut asap yang semakin pekat membuat perlindungan terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal yang penting. Terlebih, tidak semua warga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah.
Adi berharap masker yang dibagikan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi warga, terutama mereka yang harus tetap bekerja maupun melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan.
“Di tengah kabut asap yang belum sepenuhnya reda, satu masker untuk satu warga mungkin terlihat sederhana. Namun, kami berharap masker ini bisa membantu mereka yang harus tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan sehari-hari di tengah udara yang tidak sehat,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian AMPC terhadap kondisi masyarakat Mempawah yang saat ini menghadapi dampak kabut asap Karhutla.
Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Tri Dharma Mempawah, personel Polres Mempawah dan Polsek Mempawah Hilir yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sinergi berbagai pihak membuat pembagian masker berlangsung aman, tertib dan lancar.
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Kapolsek Mempawah Hilir Iptu Edi Marwan dan Ketua Yayasan Tri Dharma Mempawah Then Sin Jung.
Tak hanya melalui pembagian masker, AMPC Mempawah juga menyatakan kesiapan untuk turut berkontribusi dalam penanganan Karhutla di wilayah tersebut.
Melalui divisi tanggap kebencanaan, Tim Damkar AMPC Fire Fighter, komunitas tersebut siap membantu upaya pemadaman apabila dibutuhkan di tengah kondisi Karhutla yang masih terjadi.
“Semoga bencana Karhutla ini cepat berlalu. AMPC melalui Tim Damkar AMPC Fire Fighter juga siap membantu upaya pemadaman Karhutla,” pungkas Adi Santoso.
Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk gotong royong masyarakat dalam menghadapi dampak Karhutla. Selain membantu mengurangi risiko paparan asap, keterlibatan komunitas dan berbagai elemen masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan bencana di Kabupaten Mempawah.[SK]
