Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang warga melihat kepulan asap tebal sekitar pukul 13.00 WIB. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada Antonius Toni yang segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
Sesampainya di lokasi, Antonius Toni mendapati api telah membesar dan membakar area perkebunan. Menyadari besarnya potensi kebakaran meluas akibat cuaca yang panas, ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa dan Sekretaris Desa Manter, sekaligus menghubungi Polsek Sungai Tebelian serta tim pemadam kebakaran Manggala Agni.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Sungai Tebelian bersama Regu Pemadam Manggala Agni bergerak cepat menuju lokasi. Satu unit mobil pemadam jenis pick up milik Manggala Agni dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merembet ke area perkebunan maupun lahan milik warga lainnya.
Kapolres Sintang AKBP Budi Hartono Sutrisno melalui Kapolsek Sungai Tebelian IPDA Aprianus Sabari Tampe mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat dengan berkolaborasi bersama tim Manggala Agni.
"Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel kami langsung menuju lokasi bersama tim Manggala Agni untuk melakukan upaya pemadaman sekaligus memastikan api tidak meluas ke area perkebunan maupun lahan milik warga lainnya. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ujar IPDA Aprianus Sabari Tampe.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca panas yang disertai minimnya curah hujan menyebabkan potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di kawasan perkebunan maupun lahan terbuka.
Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain melanggar aturan, tindakan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api maupun kepulan asap. Kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kebakaran yang lebih luas dan menjaga kelestarian lingkungan," tambahnya.
Ia menegaskan, langkah pencegahan sejak dini menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan. Kepolisian mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun demi mencegah terjadinya bencana karhutla yang lebih besar di Kabupaten Sintang.[SK]
.jpeg)