Mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Menebar Dakwah, Membumikan Al-Qur’an di Tanah Bertuah Menuju Kalimantan Barat Semakin Berkah”, pembukaan MTQ berlangsung meriah dan penuh khidmat. Ribuan warga yang memadati kawasan Pantai Tanjung Datok menyaksikan parade defile kafilah, penampilan drumband, serta berbagai pertunjukan seni budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Kalimantan Barat.
Suasana religius semakin terasa saat lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di arena utama. Perpaduan tata cahaya yang megah, semangat para peserta, dan penampilan khas dari masing-masing daerah menghadirkan nuansa persatuan yang kuat di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, panitia penyelenggara, serta seluruh masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXIV.
Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Kayong Utara memiliki nilai historis yang sangat penting dalam perkembangan Islam di Kalimantan Barat. Wilayah tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Tanjungpura yang dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran peradaban Islam di masa lampau.
“Warisan sejarah tersebut menjadi bukti bahwa wilayah ini sejak dahulu telah menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kedamaian dalam keberagaman,” ujar Ria Norsan.
Menurutnya, MTQ tidak hanya dimaknai sebagai ajang perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sejati dari penyelenggaraan MTQ bukan hanya ditentukan oleh raihan gelar juara, melainkan sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan yang sejati bukan hanya ketika meraih gelar juara, melainkan ketika Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup yang tercermin dalam akhlak, perilaku, dan pengabdian kita kepada agama, bangsa, dan daerah,” pesannya.
Gubernur juga mengajak seluruh peserta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperluas wawasan keislaman, meningkatkan kualitas bacaan dan pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta memperkuat tali persaudaraan antarsesama umat.
Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan MTQ harus mampu melahirkan dampak nyata bagi masyarakat, yakni tumbuhnya generasi Qurani yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pada kesempatan tersebut, Ria Norsan turut memberikan penghargaan kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat beserta LPTQ kabupaten/kota atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan mufassirah yang telah mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional maupun internasional.
“Kehadiran para kafilah dari 14 kabupaten/kota dengan penampilan terbaik mereka menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an terus tumbuh dan berkembang di seluruh penjuru Bumi Tanjungpura,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah MTQ XXXIV.
“Kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi kami. Alhamdulillah, hari ini kami dapat melaksanakan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Romi menjelaskan bahwa tema MTQ tahun ini mengandung tiga pesan utama, yakni memperkuat ukhuwah, menyebarkan dakwah melalui keteladanan dan akhlak mulia, serta membumikan Al-Qur’an dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Menurutnya, seluruh persiapan penyelenggaraan telah dilakukan secara maksimal melalui sinergi antara pemerintah daerah, panitia, instansi vertikal, TNI-Polri, dan berbagai elemen masyarakat. Berbagai fasilitas pendukung mulai dari arena perlombaan, akomodasi kafilah, transportasi, layanan kesehatan, keamanan hingga kegiatan pendukung lainnya telah dipersiapkan dengan baik.
Dalam rangkaian pembukaan, juga dilaksanakan peluncuran dua buku bertema ketahanan keluarga berbasis nilai-nilai Al-Qur’an, yakni “Membangun Keluarga Islami: Perspektif Al-Qur’an untuk Pondasi Keluarga Tangguh” dan “Membangun Keluarga Tangguh: Perspektif dan Fondasi Al-Qur’an untuk Ketahanan Keluarga.”
Peluncuran kedua buku tersebut diharapkan dapat memperkuat literasi keislaman masyarakat sekaligus menjadi referensi dalam membangun keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.
MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan mempertandingkan berbagai cabang musabaqah yang diikuti peserta terbaik dari 14 kabupaten/kota. Selain menjadi ajang seleksi menuju MTQ tingkat nasional, kegiatan ini juga diharapkan menjadi media syiar Islam yang mampu mempererat persaudaraan dan memperkuat karakter generasi Qurani di Kalimantan Barat.
Pembukaan MTQ turut dihadiri tokoh nasional Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang beserta Ibu Serviati Oesman Sapta, anggota DPR RI dan DPD RI asal Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat dr. Harisson, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, jajaran Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati kawasan Pantai Tanjung Datok.
Rangkaian seremoni pembukaan ditutup dengan penampilan tarian kolosal yang memadukan kekayaan seni dan budaya Kalimantan Barat. Pertunjukan spektakuler tersebut mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan, kafilah, dan masyarakat, sekaligus menjadi penutup yang berkesan bagi pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026.[SK]
