Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Erlina Ria Norsan, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya, Wakil Bupati Kayong Utara, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, tokoh agama, serta ribuan masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai.
Pawai Ta’aruf diikuti oleh kafilah dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, majelis taklim, serta berbagai lembaga lainnya. Para peserta menampilkan beragam kreasi, mulai dari busana bernuansa Islami, atraksi budaya, hingga berbagai kekayaan khas daerah masing-masing.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi atas antusiasme seluruh peserta dan masyarakat yang turut menyukseskan rangkaian pembukaan MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
Mengawali sambutannya, Gubernur menyampaikan pantun yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat dan peserta pawai.
“Kayong Utara negeri bertuah, pantainya indah memesona mata. Mari berpawai penuh ceria, syiar Al-Qur’an kita gaungkan bersama,” ucap Ria Norsan.
Menurutnya, Pawai Ta’aruf bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangkaian MTQ, tetapi memiliki makna yang lebih besar sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi bagian dari syiar Islam di Kalimantan Barat.
Ria Norsan juga mengapresiasi semangat masyarakat dan seluruh peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan meskipun kondisi cuaca cukup terik.
Ia menegaskan, pelaksanaan MTQ tidak hanya berorientasi pada pencarian juara, tetapi menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.
“Pawai Ta’aruf ini merupakan bagian dari rangkaian MTQ. Tujuan utamanya bukan mencari siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana kita meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam melalui ukhuwah Islamiyah. Itulah yang paling penting,” tegasnya.
Gubernur berharap kegiatan MTQ dapat semakin mendorong masyarakat untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjaga nilai-nilai budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan Kalimantan Barat.
“Melalui kegiatan ini kita berharap masyarakat semakin hidup rukun, saling menghargai, bersatu dalam keberagaman, dan semakin semangat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan Kalimantan Barat,” tambahnya.
Usai melepas peserta pawai, Gubernur Ria Norsan bersama Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat melanjutkan agenda dengan meninjau stan pameran yang berada di kawasan utama pelaksanaan MTQ di Pantai Pulau Datok.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat langsung berbagai stan yang menampilkan produk unggulan dari pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Barat maupun instansi vertikal. Berbagai produk UMKM, hasil kerajinan tangan, potensi ekonomi kreatif, hingga inovasi pelayanan publik turut dipamerkan kepada masyarakat.
Ria Norsan menilai keberadaan pameran dalam rangkaian MTQ menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk unggulan daerah agar semakin dikenal luas.
Sementara itu, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan Pawai Ta’aruf merupakan bentuk nyata syiar Islam yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pawai Ta’aruf ini hendaknya kita maknai bukan hanya sebagai arak-arakan yang meriah, tetapi juga sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama yang menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat,” ujar Romi.
Ia menyebut tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa MTQ merupakan agenda bersama yang mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat.
Romi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-34, mulai dari panitia, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga masyarakat Kayong Utara.
Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
“Semoga MTQ ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 dapat berlangsung dengan lancar, aman, sukses, serta membawa keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Barat,” pungkasnya.[SK]
