Streaming Radio Lawang Kuari

DPRD Sanggau Minta PDAM Segera Salurkan Air Bersih Gratis Untuk Warga Terdampak Kemarau

Editor: Admin author photo

 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Timotius Yance. SUARALAWANGKUARI/SK
Sanggau (Suara Lawang Kuari) – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Sanggau sejak Juli hingga Agustus 2026 mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendorong DPRD Kabupaten Sanggau meminta pemerintah daerah melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) segera mengambil langkah cepat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Timotius Yance, mengatakan penurunan debit air sungai di berbagai wilayah semakin terlihat, bahkan sejumlah sumber air mulai mengalami kekeringan akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Kita ketahui bersama bulan Juli sampai Agustus ini sudah masuk musim kemarau. Bahkan sudah hampir satu bulan kemarau di Kabupaten Sanggau. Kita melihat sungai-sungai sudah banyak yang kering dan masih banyak wilayah yang belum terjangkau layanan air bersih,” ujar Yance, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut harus segera direspons pemerintah daerah bersama instansi terkait, khususnya PDAM, dengan melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Ia meminta agar bantuan air bersih diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama daerah yang belum memiliki akses layanan air secara memadai.

“Untuk pihak terkait, terutama PDAM, bisa membantu mendistribusikan air ke titik-titik yang sangat membutuhkan dan bersifat mendesak, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Jangan hanya tahunya menjual air saja, tapi bagikan juga air bersih gratis untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Yance menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi perhatian utama pemerintah, terlebih saat masyarakat menghadapi kondisi sulit akibat musim kemarau panjang.

“Di saat-saat sulit seperti ini, masyarakat ingin melihat kehadiran negara bersama mereka. Air adalah kebutuhan dasar yang sangat penting dan sangat mendesak,” katanya.

Selain persoalan ketersediaan air, politisi tersebut juga menyoroti keluhan masyarakat terkait tingginya biaya distribusi maupun harga jual air bersih selama musim kemarau.

Ia mengimbau seluruh penyedia layanan air, baik PDAM maupun pihak swasta, agar mengedepankan kepedulian sosial dan tidak memanfaatkan kondisi darurat untuk memperoleh keuntungan secara berlebihan.

“Saya mendengar biaya distribusi maupun penjualan air cukup mahal. Kepada para penyalur, baik PDAM maupun swasta, saya berharap saling bertimbang rasa. Jangan sampai situasi seperti ini dimanfaatkan sebagai ajang memperoleh keuntungan yang berlebih,” ucapnya.

Yance menegaskan DPRD Kabupaten Sanggau akan terus mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk hadir memberikan solusi bagi masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

Menurutnya, keberadaan PDAM sebagai perusahaan milik pemerintah daerah harus mampu memberikan manfaat nyata, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Apalagi PDAM merupakan perusahaan milik pemerintah daerah. Kami ingin keberadaan mereka benar-benar dirasakan masyarakat, terutama ketika masyarakat sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” pungkasnya.

Ia berharap langkah cepat dari pemerintah daerah dapat membantu meringankan beban masyarakat serta memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi selama musim kemarau di Kabupaten Sanggau.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play