![]() |
| Bupati Landak Karolin saat menancap tiang dan bendera merah putih semarakkan HUT ke 81 Kemerdekaan RI. SUARALAWANGKUARI/SK |
Bupati Landak Karolin Margret Natasa memimpin langsung kegiatan tersebut yang dipusatkan di Tugu Soekarno, Kabupaten Landak. Sebanyak 3.677 lembar Bendera Merah Putih dibagikan untuk dikibarkan serentak di berbagai wilayah Kabupaten Landak hingga 31 Agustus 2026.
Bagi Karolin, pengibaran Bendera Merah Putih bukan sekadar bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan. Lebih dari itu, Merah Putih memiliki makna filosofis yang menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia.
“Kalau dilihat secara fisik, bendera ini hanya kain dua warna, sangat simpel. Tapi makna yang terkandung di dalamnya dan simbolnya itulah yang menjadi semangat penyatu bagi bangsa Indonesia,” ujar Karolin saat membuka kegiatan.
Karolin mengatakan, semangat persatuan tersebut menjadi semakin penting di tengah situasi ekonomi global yang belum menentu. Dampak kondisi ekonomi global turut dirasakan pemerintah daerah, termasuk melalui kebijakan efisiensi yang menyebabkan ruang fiskal dan belanja pemerintah menjadi lebih terbatas.
Namun, kondisi tersebut menurutnya tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karolin secara tegas meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak tetap memberikan pelayanan terbaik meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran.
“Bapak Ibu memang sedang dalam situasi efisiensi, pemotongan anggaran, ini dan itu, tetapi pelayanan kita kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegas Karolin.
Ia menilai kondisi sulit justru harus dihadapi dengan memperkuat semangat kebersamaan. Nilai-nilai kekeluargaan, empati dan gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia dinilai penting untuk terus dipertahankan.
“Dalam situasi yang serba sulit dan penuh tantangan ini, kita berharap sebagai bangsa Indonesia kita tetap bersatu. Situasi yang sulit ini akan bisa kita lalui jika kita memiliki kekompakan, empati, kebersamaan, dan gotong royong,” kata Karolin.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan bendera, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan kesediaan untuk saling membantu menghadapi berbagai persoalan.
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Yosef, menjelaskan bahwa ribuan Bendera Merah Putih yang dibagikan dalam kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran khusus dari APBD Kabupaten Landak.
Pengadaan bendera merupakan hasil kolaborasi dan partisipasi Forum CSR serta pihak swasta di Kabupaten Landak.
“Tidak ada pembiayaan khusus yang dianggarkan dalam kegiatan ini. Semua berasal dari hasil partisipasi bantuan dari Forum CSR dan pihak swasta di Kabupaten Landak, sehingga seluruhnya terkumpul sebanyak 3.677 lembar bendera merah putih,” jelas Yosef dalam laporannya.
Hal tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI tanpa menambah beban anggaran daerah.
Secara simbolis, Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan Bendera Merah Putih kepada para camat dan kepala desa.
Bendera tersebut selanjutnya akan didistribusikan dan dikibarkan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Landak hingga 31 Agustus mendatang.
Gerakan pembagian ribuan bendera tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Landak ingin momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi ruang untuk kembali memperkuat persatuan, gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi dan keterbatasan anggaran, semangat Merah Putih diharapkan menjadi pengingat bahwa berbagai persoalan akan lebih mudah dihadapi ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama.[SK]
