Streaming Radio Lawang Kuari

Alvin Diduga Tenggelam Saat Menyeberangi Sungai Sambas Besar, Tim SAR Sisir Lokasi

Editor: Redaksi author photo

 

Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang pria yang diduga tenggelam di Sungai Sambas Besar, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (18/8/2026). SUARALAWANGKUARI/SK
Sambas (Suara Lawang Kuari) – Seorang pria bernama Alvin (23) diduga tenggelam setelah terseret arus saat mencoba menyeberangi Sungai Sambas Besar di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa (18/8/2026).

Alvin diketahui merupakan warga Dusun Sekampung Sabing RT 01/RW 01, Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. Ia lahir di Sekampung Sabing pada 26 Juli 2003.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak, I Made Junetra, mengatakan laporan kejadian tersebut diterima pihaknya dari Kasat Polairud Polres Sambas, Agus.


Berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga terjun dari steher Sejangkung untuk menyeberangi Sungai Sambas Besar dengan cara berenang. Namun, saat mencapai bagian tengah sungai, korban diduga tidak mampu melawan derasnya arus hingga akhirnya terseret dan tenggelam.


“Korban terjun dari steher Sejangkung hendak menyeberangi sungai dengan cara berenang. Saat berada di tengah sungai, korban terseret arus hingga tenggelam,” kata I Made Junetra.


Sesaat setelah kejadian, warga bersama aparat setempat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun, hingga tim SAR dikerahkan, korban belum berhasil ditemukan.


Kondisi Sungai Sambas Besar saat kejadian juga menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. Arus sungai dilaporkan cukup deras, sementara permukaan air dalam kondisi pasang.


Kondisi tersebut diduga membuat korban kesulitan mencapai tepian setelah terseret arus di bagian tengah sungai.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Pontianak memberangkatkan satu tim Rescue Pos SAR Sintete untuk melaksanakan operasi pencarian.


“Kantor SAR Pontianak memberangkatkan satu tim Rescue Pos SAR Sintete untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar I Made Junetra.


Tim Rescue membawa satu unit Rescue Car dan satu set Rubber Boat menuju lokasi. Sejumlah peralatan pendukung turut disiapkan untuk menunjang operasi pencarian, di antaranya perlengkapan evakuasi, medis, navigasi, komunikasi, penyelaman hingga drone thermal.


Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan langsung melakukan penyisiran di sekitar titik korban diduga tenggelam. Pencarian juga dilakukan dengan menyusuri aliran Sungai Sambas Besar menggunakan perahu karet.


Petugas memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai serta kemungkinan korban terbawa aliran air dari titik awal kejadian.


Hingga operasi pencarian berlangsung, petugas terus berupaya menemukan keberadaan korban dan memastikan proses evakuasi dapat segera dilakukan apabila korban berhasil ditemukan.


Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Sambas Besar agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi arus deras dan permukaan air sedang pasang.


Petugas juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil risiko menyeberangi sungai dengan berenang apabila kondisi arus dan kedalaman air dinilai membahayakan.


Keselamatan harus menjadi prioritas, terlebih perubahan arus dan kondisi pasang dapat meningkatkan risiko kecelakaan di sungai.[SK]


Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play