Bupati Landak, Karolin Margret Natasa. SUARALAWANGKUARI/SK
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karolin menegaskan bahwa keberadaan gereja tidak hanya menjadi simbol kemegahan sebuah bangunan, tetapi harus menjadi pusat pembinaan iman dan pembentukan generasi penerus yang berkualitas.
Menurutnya, pembangunan fisik gereja harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas umat, terutama dalam menghadapi tantangan masa depan dan bonus demografi.
“Saya berharap agar gereja ini menjadi pusat pembinaan iman Katolik yang nanti akan menghasilkan penerus, generasi penerus gereja yang berkarakter, berkualitas sesuai dengan iman Katolik,” ujar Karolin.
Karolin menilai, generasi muda menjadi kunci utama dalam menentukan kemajuan daerah. Karena itu, ia mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak.
Ia menyebutkan bahwa wilayah Dano memiliki fasilitas pendidikan yang cukup mendukung, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
“Selain daripada karakter, modalnya ke depan adalah sekolah. Dano ini istimewa, Bapak Ibu. SD-nya bagus, SMP-nya sudah dibuat bagus. Jadi tolong dimanfaatkan, jangan sampai anak-anak kita tidak sekolah,” tegasnya.
Selain mendorong peningkatan kualitas pendidikan, Bupati Karolin juga mengajak seluruh umat Katolik dan masyarakat Kabupaten Landak untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, keamanan, serta ketertiban lingkungan.
“Saya mengajak seluruh umat Katolik dan seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama, memelihara keamanan dan ketertiban serta bersama-sama mendukung program-program pembangunan demi kemajuan Kabupaten Landak,” tuturnya.
Sejalan dengan pesan Bupati Landak, Pastor Paroki Santo Yusuf Karangan, Pastor Robert Ciprian Calderon, OSJ, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan umat beragama.
Menurutnya, pesan yang disampaikan Bupati Karolin memberikan motivasi besar bagi kaum muda Katolik agar terus mengejar pendidikan dan mempersiapkan masa depan.
“Kehadiran Ibu Bupati di sini sangat menguatkan kaum muda untuk menyelesaikan dan berfokus untuk pendidikannya, sekolahnya. Jangan berhenti sampai selesai, dan kalau masih ada kesempatan, lanjutkan,” kata Pastor Robert.
Sementara itu, perayaan Ekaristi sekaligus pemberkatan Gereja Santo Thomas More Stasi Dano dipimpin langsung oleh Uskup Administrator Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap.
Dalam khotbahnya, Uskup Samuel memberikan apresiasi terhadap semangat, kerja keras, dan kebersamaan umat Stasi Dano dalam mewujudkan pembangunan gereja tersebut.
“Walaupun gedung bukan hal yang utama dan pertama, tetapi dalam kehidupan bergereja itu penting. Di sini kita mengungkapkan keimanan dan kebersamaan kita. Saya ucapkan selamat karena kalian dengan kerja keras berbekalkan kebersamaan, berhasil membangun gereja yang bagus dan indah ini,” ujar Uskup Samuel.
Ia juga mengingatkan umat agar tetap menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.
“Kita sudah meninggalkan agama tradisional dengan menganut agama Katolik, tetapi kita dengan menjadi Katolik tidak lalu kehilangan budayanya yang bagus dan indah. Kita harus mempertahankan itu,” pesannya.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja, L. Alun A.Md., dalam laporannya menjelaskan bahwa pembangunan Gereja Santo Thomas More Stasi Dano merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan umat yang berlangsung sejak tahun 2019.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan gereja tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari umat, para donatur, pihak keuskupan, hingga bantuan pemerintah daerah.
“Pada tahun 2019 kami memperoleh bantuan dana hibah dari Pemprov Kalbar sebesar Rp30 juta, dan pada tahun 2024 kami memperoleh dana hibah dari Pemkab Landak sebesar Rp100 juta yang sangat membantu percepatan pembangunan,” ungkap Alun.
Selain dukungan pemerintah, pembangunan gereja juga mendapat bantuan dari berbagai pihak, di antaranya Credit Union (CU) Pancur Kasih, Yayasan Viana Dei, Paroki Gembala Baik Pontianak, serta swadaya masyarakat setempat.
Alun menegaskan, keberadaan gereja tersebut bukan hanya menjadi bangunan fisik, melainkan menjadi tempat umat memperkuat iman, membangun kebersamaan, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi mendatang.
“Berdirinya gereja ini tidak hanya menjadi bangunan yang megah, tetapi sungguh menjadi rumah Allah, tempat umat bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Serta menjadi tempat pewartaan Injil bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya.
Peresmian Gereja Katolik Santo Thomas More Stasi Dano menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan umat dalam membangun kehidupan beragama sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam menciptakan generasi Landak yang beriman, berpendidikan, dan berkarakter.[SK]