Pontianak (Suara Lawang Kuari) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dari kapal-kapal pengangkut yang telah tiba guna memperkuat ketersediaan energi di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat normalisasi distribusi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan BBM di sejumlah wilayah.
Optimalkan Penerimaan Pasokan BBM dari Kapal, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Percepat Normalisasi Distribusi di Kalbar. SUARALAWANGKUARI/SK
Upaya penguatan pasokan tersebut mencakup Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Kayong Utara, Landak, serta berbagai daerah lainnya di Kalimantan Barat. Saat ini, suplai BBM menuju Integrated Terminal (IT) Pontianak berjalan sesuai rencana dengan sejumlah kapal pengangkut yang telah tiba dan menjalani proses penerimaan serta pembongkaran muatan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah percepatan untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat.
“Kami memahami kekhawatiran masyarakat atas antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Saat ini, kapal-kapal pengangkut BBM telah tiba dan proses penerimaan pasokan terus berlangsung. Pertamina terus mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan untuk memperkuat ketersediaan stok serta mempercepat normalisasi distribusi di wilayah Kalimantan Barat,” ujar Edi, Rabu (29/7/2026).
Sebagai bagian dari strategi percepatan distribusi, Pertamina juga mengatur pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU lebih awal dari biasanya. Untuk wilayah Pontianak dan sekitarnya, pengiriman dilakukan mulai pukul 00.00 WIB agar pasokan dapat lebih cepat tersedia di stasiun pengisian bahan bakar.
Hingga Rabu pagi, distribusi BBM ke sejumlah SPBU telah berjalan dan akan terus ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan serta kondisi di lapangan. Pertamina juga menerapkan langkah proaktif berupa build up stock di SPBU tanpa menunggu persediaan mencapai batas minimum.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok di tingkat SPBU sekaligus meminimalkan potensi kekosongan yang dapat memicu antrean panjang masyarakat.
Sejak Senin lalu, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan BBM sebanyak 176 kiloliter secara bertahap. Penambahan volume distribusi terus dilakukan setiap hari dengan prioritas pada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan dan kepadatan kendaraan.
Selain itu, sejumlah SPBU juga memperpanjang jam operasional hingga tengah malam guna meningkatkan kapasitas pelayanan dan mempercepat penyaluran kepada masyarakat.
“Dengan pasokan yang terus diperkuat dan berbagai langkah antisipasi yang kami lakukan, Pertamina terus memastikan distribusi BBM berjalan secara optimal. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak terkait lainnya agar proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan lancar,” tambah Edi.
Untuk memastikan tambahan pasokan dapat diterima masyarakat secara maksimal, Pertamina meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM di SPBU. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak terkait guna mendukung pengaturan arus kendaraan dan kelancaran pelayanan di lokasi yang mengalami kepadatan.
Menurut Edi, pemantauan stok dan distribusi dilakukan secara langsung dan berkelanjutan untuk memastikan setiap kendala dapat segera ditangani.
“Kami terus memantau kondisi stok dan penyaluran secara langsung di lapangan. Pertamina akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan untuk menjaga kelancaran distribusi dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pertamina juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan guna memastikan distribusi BBM berjalan tertib, aman, dan sesuai ketentuan.
Di tengah upaya percepatan distribusi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan kendaraan masing-masing agar pasokan dapat dinikmati secara merata.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan kapasitas kendaraan. Dengan membeli secukupnya, masyarakat turut membantu menjaga ketersediaan BBM dan memberikan kesempatan bagi masyarakat lainnya untuk mendapatkan pelayanan dengan lebih tertib. Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berkomitmen untuk terus menjaga kelancaran distribusi dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat,” tutup Edi.
Untuk memperoleh informasi terkait produk maupun distribusi BBM, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center 135 yang beroperasi selama 24 jam. Informasi terbaru juga dapat diakses melalui kanal media sosial resmi Pertamina Patra Niaga dan Pertamina 135.[SK]