Sekadau (Suara Lawang Kuari) – Di balik ramainya aktivitas para pelajar di depan SMKN 1 Sekadau, terdapat sosok pedagang telur gulung yang setia melayani pembeli setiap hari. Dialah Mustofa, yang akrab disapa Mas Gepeng, warga Mungguk, Jalan Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau..jpeg)
Pedagang Telur Gulung di depan SMKN 1 Sekadau
Selama kurang lebih tiga tahun, Mustofa menggeluti usaha kuliner sederhana tersebut dengan semangat dan ketekunan. Berbekal gerobak dan sepeda motor, ia mulai berjualan sejak pagi hingga sore hari.
"Nama saya Mustofa, biasa dipanggil Mas Gepeng. Saya berasal dari Mungguk, Jalan Tanjung. Sudah sekitar tiga tahun saya jualan telur gulung," ujar Mustofa saat ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2026).
Setiap hari, Mustofa mulai berjualan pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Ia menawarkan telur gulung dengan harga yang ramah di kantong pelajar, yakni Rp1.000 hingga Rp2.000 per tusuk.
Menurutnya, modal belanja harian untuk membeli bahan baku sekitar Rp200.000. Sementara apabila dihitung bersama gerobak dan sepeda motor yang digunakan sebagai sarana berjualan, nilai investasinya mencapai lebih dari Rp2 juta.
"Modal belanja sekitar Rp200 ribu. Kalau dihitung dengan gerobak dan motor untuk jualan, totalnya lebih dari Rp2 juta," jelasnya.
Berkat lokasi strategis di depan sekolah, dagangan Mas Gepeng cukup diminati para siswa. Dari hasil berjualan, ia mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp200.000 setiap harinya, yang menjadi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Meski menjalankan usaha sederhana, Mustofa tetap optimistis terhadap masa depan usahanya. Ia berharap semakin banyak pelanggan yang datang sehingga usahanya dapat terus berkembang.
"Harapan saya semoga usaha ini semakin berkembang, sukses, dan makin maju," ungkapnya.
Kisah Mustofa menjadi gambaran bahwa usaha mikro dengan modal yang tidak terlalu besar tetap memiliki peluang untuk berkembang apabila dijalankan dengan konsisten, memanfaatkan lokasi yang strategis, serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan. [eka]