Ketapang (Suara Lawang Kuari) – Respons cepat dilakukan jajaran Polsek Kendawangan Polres Ketapang bersama tim gabungan setelah sistem pemantauan Karhutla mendeteksi lima titik hotspot di wilayah Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kamis (30/7/2026).
Polsek Kendawangan Lakukan Ground Check Hotspot, Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif. SUARALAWANGKUARI/SK
Ground check atau pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat berkembang menjadi bencana lebih besar.
Pengecekan tersebut merupakan tindak lanjut atas terdeteksinya lima hotspot kategori Medium berdasarkan pemantauan Satelit NOAA20 melalui aplikasi Lancang Kuning, salah satu sistem yang digunakan untuk memantau potensi kebakaran secara real time.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Kendawangan, Manggala Agni Kendawangan, serta Damkar PT HKI langsung bergerak menuju lokasi yang berada di kawasan cukup terpencil. Untuk mencapai titik koordinat hotspot, petugas harus menempuh perjalanan sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih satu setengah jam menggunakan kendaraan roda dua.
Setibanya di lokasi, tim segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh titik yang terdeteksi. Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa area tersebut merupakan bekas lahan yang pernah terbakar sebelumnya dan tidak ditemukan adanya api maupun bara aktif yang berpotensi memicu kebakaran baru.
Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim melakukan penyisiran secara menyeluruh di sekitar kawasan bekas terbakar guna memastikan tidak ada sisa bara api yang tersembunyi dan berpotensi menyala kembali saat kondisi cuaca mendukung.
Pemeriksaan visual juga dilakukan di seluruh area yang menjadi titik pantauan untuk memastikan tidak terdapat kepulan asap maupun indikasi kebakaran baru.
Berdasarkan hasil ground check, seluruh hotspot yang terdeteksi tidak menunjukkan aktivitas kebakaran aktif. Saat pemeriksaan berlangsung, kondisi cuaca terpantau cerah berawan dengan karakteristik lahan berupa tanah mineral yang ditumbuhi vegetasi ilalang, penage, nepenthes, perepat, rumput cacing, dan semak belukar.
Petugas juga mencatat tidak adanya sumber air di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus karena dapat menyulitkan proses pemadaman apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di kawasan tersebut.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris melalui Kapolsek Kendawangan AKP Riski Arifianto menegaskan bahwa setiap informasi hotspot yang diterima dari sistem pemantauan akan segera diverifikasi di lapangan sebagai langkah antisipatif mencegah Karhutla.
“Kami terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder, termasuk Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat dalam melakukan patroli serta pengecekan hotspot. Langkah cepat ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Ketapang, khususnya Kecamatan Kendawangan,” ujarnya.
Menurut Riski, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan.
Selain patroli dan verifikasi hotspot, aparat juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu kebakaran tidak terkendali.
Polres Ketapang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Dengan respons cepat melalui ground check dan pengawasan berkelanjutan, aparat berharap potensi Karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin sehingga kelestarian lingkungan, kesehatan masyarakat, serta aktivitas ekonomi di Kabupaten Ketapang tetap terjaga.
Upaya kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.[SK]