![]() |
Usai dilantik, Karolin menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki Kabupaten Landak. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang dalam upaya pembinaan dan pengembangan olahraga daerah.
“Jadi ketua di zaman efisiensi. Nah, tidak apa-apa. Dengan sumber daya yang ada, kita harus bisa mengoptimalkan olahraga di Kabupaten Landak,” ujar Karolin, Rabu (8/7/2026).
Karolin menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berprestasi dan berdaya saing. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, terarah, dan berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet yang tidak hanya sukses di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Baginya, olahraga bukan sekadar arena kompetisi, melainkan juga menjadi jalan bagi anak-anak muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Semoga kita bisa semakin kreatif, semakin efisien. Namun tetap berorientasi pada usaha kita bersama memajukan olahraga. Sehingga jalur olahraga kita bisa maju, berprestasi, namun juga bisa menjadi sebuah gerbang menuju masa depan bagi anak-anak muda kita agar mereka bisa mengambil tiket mencapai prestasi di tingkat provinsi, nasional, dan bahkan mungkin internasional,” tegasnya.
Menghadapi agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat 2026 yang semakin dekat, Karolin menegaskan kepengurusan baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Karena itu, langkah-langkah strategis akan segera dilakukan agar persiapan atlet dan cabang olahraga berjalan maksimal.
“Kita akan segera rapat, kemudian membahas mengenai program prioritas, dan langsung bekerja setelah dilantik. Jadi waktunya mepet untuk pengurus KONI, untuk mempersiapkan keikutsertaan kita dalam Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026,” katanya.
Selain fokus pada prestasi, Karolin juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi agar KONI Landak dapat berjalan lebih profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan program-program pembinaan olahraga.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Provinsi Kalimantan Barat, Daud Yordan, yang melantik langsung kepengurusan KONI Landak, menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kekompakan yang ditunjukkan para pengurus baru.
Dalam suasana yang penuh keakraban, mantan juara dunia tinju tersebut bahkan sempat melontarkan candaan terkait penampilan para pengurus yang hadir mengenakan setelan jas.
“Baru kali ini, Bu Ketua, saya ngelihat pelantikan kepengurusan pakai jas. Kami di KONI saja pakai seragam biasa. Wah, ini kan semangat tandanya,” kelakar Daud yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.
Di balik candaan tersebut, Daud menyimpan harapan besar terhadap kepemimpinan Karolin dalam membawa olahraga Landak semakin maju. Ia menilai Kabupaten Landak memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di berbagai cabang olahraga.
Prestasi Landak yang berhasil menempati posisi runner-up pada Porprov Kalbar 2022 menjadi bukti bahwa daerah ini memiliki fondasi olahraga yang kuat dan layak untuk terus dikembangkan.
“Kami berharap dari Kabupaten Landak ini, yang pada tahun 2022 itu jadi runner-up atau nomor dua posisinya, di periode ini atau di tahun ini, saya kira mudah-mudahan bisa terus dipertahankan. Karena memang banyak sekali atlet-atlet yang bisa berprestasi,” ujar Daud.
Dengan kepengurusan baru yang dipimpin langsung oleh Karolin Margret Natasa, KONI Kabupaten Landak diharapkan mampu menghadirkan terobosan-terobosan baru dalam pembinaan olahraga. Sinergi antara KONI Kabupaten, KONI Provinsi, pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, dan atlet menjadi modal penting untuk mengukir prestasi yang lebih tinggi.
Di tengah tantangan efisiensi anggaran, semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat diyakini mampu menjadi energi baru bagi olahraga Landak untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.[SK]
