Streaming Radio Lawang Kuari

Karhutla di Kayong Utara Kian Meluas, Tiga Rumah Hangus dan Puluhan Hektare Kebun Warga Terbakar

Editor: Admin author photo

Tampak rumah tak dapat diselamatkan dari amukan api. SUARALAWANGKUARI/SK
Kayong Utara (Suara Lawang Kuari) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kayong Utara (KKU) terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Kobaran api yang telah berlangsung hampir dua pekan itu tidak hanya menghanguskan lahan dan kebun masyarakat, tetapi juga menyebabkan tiga rumah warga rata dengan tanah serta menimbulkan dampak serius terhadap hewan ternak dan aktivitas masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Kamiriluddin, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terus meluas tersebut. Menurutnya, kebakaran yang terjadi di kawasan pemukiman transmigrasi Semanai, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, telah menimbulkan kerugian besar bagi warga.

“Siang tadi ada dua rumah yang tidak dapat diselamatkan karena kobaran api sangat sulit diatasi. Beberapa hari sebelumnya juga ada satu rumah yang terbakar di kawasan TR 4,” ungkap Kamiriluddin kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Politisi Partai Golkar yang juga Ketua Kosgoro Kayong Utara itu menjelaskan, selain tiga rumah yang hangus terbakar, puluhan hektare kebun milik masyarakat turut dilalap api. Asap pekat yang menyelimuti kawasan terdampak juga menyebabkan sejumlah hewan ternak, terutama kambing, mengalami kelemasan hingga mati.

“Tidak hanya rumah warga yang menjadi korban, puluhan hektare kebun masyarakat juga ludes terbakar. Bahkan ada ternak kambing yang terkapar dan mati karena tidak mampu bertahan akibat asap yang begitu pekat,” katanya.

Menurut Kamiriluddin, situasi bisa menjadi jauh lebih parah apabila tidak ada bantuan pemadaman dari udara. Ia mengapresiasi upaya helikopter yang setiap hari melakukan water bombing untuk menekan penyebaran api.

“Untungnya ada helikopter yang melakukan pengeboman air. Kalau tidak, kemungkinan lebih banyak lagi rumah warga yang tidak dapat diselamatkan karena ganasnya kobaran api,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPRD Kayong Utara dari Daerah Pemilihan Sukadana itu mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di Desa Simpang Tiga dan Desa Riam Berasap Jaya awalnya berasal dari lahan kosong. Namun seiring kondisi cuaca panas dan kering, api terus meluas hingga menjalar ke area perkebunan masyarakat dan kawasan permukiman.

Meski berbagai upaya pemadaman telah dilakukan oleh tim gabungan, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara dan bantuan helikopter, api masih sulit dikendalikan.

“Sebagian besar wilayah yang terbakar merupakan lahan gambut. Itu yang membuat api sulit dipadamkan karena bara masih terus hidup di bawah permukaan tanah,” jelasnya.

Kamiriluddin menambahkan, kawasan transmigrasi Semanai memang menjadi salah satu daerah yang sangat rentan terhadap Karhutla. Bahkan menurutnya, kejadian serupa hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Namun, kebakaran tahun ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain faktor lahan gambut, minimnya ketersediaan sumber air di musim kemarau juga menjadi kendala utama dalam proses pemadaman di lapangan.

“Ketika musim panas seperti sekarang, air sangat sulit ditemukan. Ini menjadi tantangan besar bagi petugas yang berupaya memadamkan api,” katanya.

Sebagai langkah jangka panjang, Kamiriluddin meminta Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama instansi terkait untuk segera melakukan normalisasi saluran parit di kawasan pemukiman transmigrasi Semanai. Menurutnya, kondisi parit yang dangkal, dipenuhi semak, dan banyak yang tersumbat menyebabkan pasokan air sangat terbatas saat musim kemarau.

“Saya sudah menyampaikan permohonan kepada Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat agar dapat memprogramkan normalisasi parit di kawasan transmigrasi Semanai. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan karena ini kebutuhan yang sangat mendesak,” ujarnya.

Ia menilai perbaikan sistem drainase dan saluran air menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi risiko Karhutla di masa mendatang sekaligus menyediakan cadangan air ketika terjadi kebakaran.

Selain itu, Kamiriluddin juga meminta pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak, khususnya mereka yang kehilangan rumah, kebun, maupun sumber mata pencaharian akibat bencana tersebut.

“Pemerintah daerah perlu hadir memberikan bantuan dan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban. Mereka membutuhkan dukungan untuk bisa bangkit kembali setelah mengalami kerugian akibat Karhutla ini,” tegasnya.

Hingga saat ini, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah titik kebakaran guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman dan lahan produktif lainnya. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran baru di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play