Sebanyak 1.946 penerima manfaat mendapatkan insentif dalam penyaluran kali ini. Mereka berasal dari berbagai unsur pelayanan masyarakat, termasuk petugas fardu kifayah dan guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam mendukung kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Kubu Raya.
Selain penyerahan insentif, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp1,4 miliar kepada 39 penerima manfaat sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, meskipun besaran insentif yang diberikan masih belum sepenuhnya sesuai dengan harapan akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan program tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap dedikasi para pengabdi masyarakat.
“Ini memang belum terlalu besar karena kondisi keuangan kita seperti ini. Alhamdulillah kita masih bisa mengalokasikan anggarannya. Ini merupakan penyaluran triwulan kedua. Secara simbolis kami serahkan, semoga mereka semua tetap semangat,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, keberadaan pekerja sosial, tenaga keagamaan, dan petugas pemulasaran jenazah memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, perhatian melalui pemberian insentif diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus menjalankan pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Sujiwo secara khusus meminta Sekretaris Daerah bersama jajaran terkait melakukan validasi ulang terhadap data penerima insentif guru ngaji. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh mereka yang masih aktif menjalankan tugas.
Ia menyebut masih terdapat guru ngaji yang aktif mengajar namun belum masuk dalam daftar penerima. Sebaliknya, ada pula nama penerima yang sudah tidak lagi aktif karena tidak memiliki santri.
“Saya minta tolong Pak Sekda, Kabag, dan Asisten agar dilakukan validasi. Masih ada guru ngaji yang benar-benar mengajar tetapi belum terdata. Ada juga yang sudah tidak aktif karena muridnya sudah tidak ada. Bantuan ini memang tidak seberapa, tetapi ini adalah bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Apalagi hari ini hari Jumat, Jumat berkah, sekaligus hari ulang tahun Kubu Raya,” katanya.
Sujiwo menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Ia berharap proses pendataan penerima bantuan dapat dilakukan secara objektif sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Sujiwo juga menyampaikan permohonan doa kepada seluruh penerima manfaat agar dirinya bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) diberikan kesehatan, kesabaran, serta kekuatan dalam menjalankan amanah memimpin Kabupaten Kubu Raya.
“Mohon doanya untuk saya, Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran ASN. Semoga Allah memberikan kesehatan, kesabaran, dan ketabahan sehingga kami dapat terus memimpin Kubu Raya dengan baik. Kalau kita sehat, sabar, dan kuat, maka kita akan mampu terus mengabdi kepada masyarakat,” tuturnya.
Sujiwo juga menyampaikan permohonan maaf apabila kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya hingga saat ini masih belum sepenuhnya maksimal. Ia berharap masyarakat tetap memberikan dukungan dan masukan agar kualitas pelayanan publik terus mengalami peningkatan.
“Kami juga memohon maaf apabila kinerja pemerintah daerah masih belum maksimal. Semoga seluruh penerima bantuan terus bersemangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Penyaluran insentif tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menghargai kontribusi para pekerja sosial dan tenaga keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah dan para pengabdi masyarakat dapat terus terjaga demi kemajuan Kabupaten Kubu Raya.[SK]
.jpeg)