Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau PLTD Siantan. SUARALAWANGKUARI/SK.jpeg)
Komitmen tersebut disampaikan Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniardi, saat menerima kunjungan Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di PLTD Siantan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Shofwan, gangguan pada boiler PLTU yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan Barat berdampak pada pasokan listrik di berbagai daerah, termasuk Kota Pontianak. Namun, PLN terus mengoptimalkan seluruh sumber daya dan melakukan percepatan perbaikan guna mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami tetap berupaya melakukan percepatan pemulihan. Durasi pemadaman sudah semakin singkat. Yang tadinya enam jam menjadi sekitar empat jam, kemudian sesi pemadaman yang sebelumnya tiga kali kini menjadi dua kali. Untuk pagi hari juga sudah berhasil kami amankan sehingga tidak ada pemadaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan tersebut menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam proses pemulihan sistem. Pengurangan durasi dan frekuensi pemadaman menjadi salah satu indikator bahwa upaya perbaikan berjalan sesuai rencana dan terus mengalami peningkatan.
Selain itu, terkait kompensasi bagi pelanggan terdampak, Shofwan memastikan PLN akan menjalankan mekanisme sesuai aturan yang berlaku. Proses kompensasi nantinya akan dilakukan melalui sistem yang telah disiapkan perusahaan.
Sementara itu, Edi Rusdi Kamtono menegaskan bahwa percepatan pemulihan menjadi kebutuhan mendesak mengingat pemadaman listrik telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap berbagai sektor.
“Kita minta dipercepat karena pemadaman ini sangat meresahkan masyarakat. Informasi yang kami terima, perbaikan ditargetkan selesai pada 11 sampai 12 Juli. Harapan kita tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal,” katanya.
Edi mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir Pemerintah Kota Pontianak menerima banyak keluhan dari masyarakat. Tidak hanya rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mengalami kerugian akibat terganggunya aktivitas usaha selama pemadaman berlangsung.
Selain itu, sejumlah warga juga melaporkan kerusakan bahan makanan yang membutuhkan pendinginan serta terganggunya berbagai aktivitas harian yang sangat bergantung pada pasokan listrik.
Karena itu, Edi meminta PLN tidak hanya fokus pada percepatan pemulihan, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan untuk mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.
“Kejadian seperti ini jangan sampai terulang lagi. PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan sehingga masyarakat tidak kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum maupun fasilitas negara.
“Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai merusak fasilitas atau aset negara. Yang terpenting, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dengan baik,” pesannya.
Kunjungan ke PLTD Siantan dilakukan untuk memperoleh penjelasan langsung terkait penyebab gangguan sistem kelistrikan sekaligus memastikan langkah-langkah percepatan pemulihan yang sedang dilakukan PLN berjalan optimal. Pemerintah Kota Pontianak berharap normalisasi sistem dapat segera tercapai sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan roda perekonomian kembali berjalan lancar.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, masyarakat diharapkan tetap bijak dalam penggunaan listrik serta mengikuti informasi resmi dari PLN terkait jadwal dan perkembangan perbaikan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat.[SK]