![]() |
| Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-23 Tingkat Kabupaten Landak Tahun 2026. SUARALAWANGKUARI/SK |
Momentum tersebut dimanfaatkan Bupati Karolin untuk mengajak masyarakat menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan utama membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, semangat kebersamaan tidak boleh berhenti sebatas ajakan atau komentar di dunia maya.
"Sejak zaman modern ini gotong royongnya hanya di Facebook biasanya. Janji-janji di Facebook nggak ada yang datang. Jadi Ibu, Bapak, sekarang gotong royong kita hidupkan kembali, kita ajak masyarakat bersama-sama, dari kita untuk kita," ujar Karolin di hadapan ratusan warga serta jajaran Forkopimda yang hadir.
Karolin menegaskan bahwa budaya gotong royong memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat memasuki musim peralihan yang rawan memicu meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) maupun Chikungunya.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada upaya fogging yang dilakukan pemerintah, tetapi mulai dari kesadaran menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Menurutnya, genangan air di sekitar rumah yang berasal dari bekas botol, ban bekas maupun wadah lainnya menjadi tempat ideal berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
"Jangan hanya marah-marah sama Kapusnya minta di-fogging, tapi Ibu, Bapak juga tolong bersihkan lingkungan sekitar rumahnya, jangan ada genangan air. Karena kalau udah hujan biasanya ada air yang menggenang di bekas botol, bekas ban, atau apapun, jadi tempat nyamuk berkembang biak," pesannya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, Karolin juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Landak.
Ia mengimbau para orang tua untuk lebih bijak mengatur pengeluaran rumah tangga dengan mengurangi konsumsi rokok dan mengalihkannya untuk membeli bahan makanan bergizi bagi anak.
"Kalau bapaknya biasa beli rokok dua bungkus, sebungkus aja sekarang. Uang untuk beli sebungkus rokok lagi beli kacang hijau, kan tidak mahal, atau beli telur. Supaya anak-anaknya bisa makan makanan bergizi ya," tuturnya.
Menurut Karolin, pemenuhan gizi yang baik sejak dini menjadi investasi penting untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Karolin juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai bekal menghadapi persaingan sumber daya manusia yang semakin ketat.
Ia berharap seluruh anak-anak di Kabupaten Landak minimal dapat menamatkan pendidikan hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) agar memiliki kesempatan yang lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup.
"Pendidikan merupakan modal utama agar generasi muda Landak mampu bersaing dan menghadapi tantangan di masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak, Theresia Lima Wardani, melaporkan bahwa rangkaian BBGRM ke-23 telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, dimulai sejak 4 Juni hingga 2 Juli 2026, dengan pusat kegiatan di Dusun Adong I, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo.
"Rangkaian pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong ke-23 Tahun 2026 dilaksanakan kurang lebih satu bulan, yaitu dimulai tanggal 4 Juni 2026 sampai dengan hari ini 2 Juli 2026, dengan pusat kegiatan bertempat di Dusun Adong 1, Desa Tubang Raeng, Kecamatan Jelimpo," jelas Theresia.
Ia menambahkan, penutupan BBGRM tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga diisi berbagai pelayanan publik hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait.
Masyarakat memperoleh beragam layanan, mulai dari sunatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, pasar murah, pelayanan perekaman e-KTP, pembayaran pajak daerah, hingga layanan konsultasi.
"Pada hari ini juga dilaksanakan berbagai layanan kepada masyarakat sebagai hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan instansi terkait, yaitu pelaksanaan sunatan massal, cek kesehatan gratis, pasar murah, layanan perekaman e-KTP, layanan pembayaran pajak, serta layanan konsultasi," ungkap Theresia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga dan penghijauan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Landak turut membagikan ratusan bibit tanaman buah kepada masyarakat.
Bibit yang dibagikan meliputi matoa, alpukat, dan jambu kristal, yang diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi keluarga.
Melalui pelaksanaan BBGRM ke-23, Pemerintah Kabupaten Landak berharap budaya gotong royong tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi kebiasaan yang terus hidup di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa, meningkatkan kualitas kesehatan, mempercepat penurunan stunting, serta menciptakan masyarakat Landak yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera.[SK]
.jpeg)