Streaming Radio Lawang Kuari

Untan Gelar Pelatihan Digital Parenting bagi Orang Tua Tuli di Pontianak

Editor: Redaksi author photo

 

Foto bersama peserta dalam Pelatihan Digital Parenting oleh FISIP Untan, di Perpustakaan Kota, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Minggu, (25/10/2026).SUARALAWANGKUARI/SK
Pontianak (Suara Lawang Kuari)– Tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, menggelar pelatihan digital parenting bagi orang tua tuli untuk meningkatkan pemahaman tentang keamanan anak di ruang digital.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Inklusif bagi Orang Tua Tuli dalam Perlindungan Anak di Ruang Digital” tersebut berlangsung di Perpustakaan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini didasarkan pada hasil penelitian dosen dan melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi Untan.

Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Untan sekaligus pemateri, Suci Lukitowati, yang akrab disapa Luki, mengatakan pelatihan tersebut dilatarbelakangi temuan penelitian pada 2025 dan 2026 mengenai keterbatasan akses informasi pengasuhan anak bagi orang tua tuli, khususnya terkait penggunaan internet dan media sosial.

Menurut Luki, sejumlah orang tua tuli sebenarnya ingin melindungi anak-anak mereka dari risiko di dunia digital. Namun, keterbatasan pengetahuan mengenai fitur keamanan membuat sebagian orang tua memilih cara sederhana, seperti mengambil atau menyembunyikan telepon genggam anak.

“Dari hasil penelitian dua tahun yang lalu, di tahun 2025 dan 2026 ini menunjukkan bahwa orang tua tuli itu belum pernah sama sekali mendapatkan edukasi, pelatihan mengenai parenting, terutama digital parenting. Mereka sebenarnya sangat ingin bisa secara mandiri membatasi anaknya, tetapi belum tahu bagaimana caranya,” ujar Luki.

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga praktik langsung mengenai penggunaan fitur keamanan anak yang tersedia di telepon genggam dan platform media sosial.

Melalui praktik tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pengaturan keamanan digital secara mandiri untuk mendampingi anak menggunakan internet dengan lebih aman dan bijak.

Diikuti 16 Orang Tua Tuli

Pelatihan ini diikuti 16 orang tua tuli yang hadir secara individu maupun bersama pasangan. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga dari Segedong, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Kubu Raya.

Luki mengapresiasi antusiasme peserta yang bersedia meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi dari berbagai wilayah menunjukkan kebutuhan terhadap edukasi pengasuhan anak di era digital masih perlu mendapat perhatian.

“Kami merasa sangat berterima kasih, mereka mau jauh-jauh datang dan menyempatkan waktunya di hari ini,” ungkapnya.

Peserta Apresiasi Edukasi Inklusif

Salah satu peserta dari komunitas tuli, Arini, mengapresiasi pelatihan yang diselenggarakan tim dosen dan panitia FISIP Untan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru tentang cara mendampingi anak dalam menggunakan telepon genggam dan media sosial.

Arini mengatakan pelatihan itu menjadi pengalaman pertamanya mengikuti edukasi mengenai pengasuhan anak di ruang digital. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat membantu orang tua melindungi anak dari berbagai risiko, termasuk kekerasan dan konten berbahaya di media sosial.

“Ini pertama kalinya saya ikut kegiatan pelatihan tentang pengasuhan anak di dalam media sosial untuk parenting. Dalam melindungi anak-anak kita, bagaimana menggunakan HP secara bijak agar terhindar dari kekerasan yang ada di media sosial,” ujar Arini melalui penerjemah.

Melalui program ini, tim PKM Ilmu Komunikasi FISIP Untan berharap edukasi digital parenting yang inklusif dapat memperluas akses informasi bagi orang tua tuli. Dengan pemahaman yang memadai, orang tua diharapkan mampu mendampingi anak memanfaatkan teknologi digital secara aman, bertanggung jawab, dan sesuai usia. [SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play