Streaming Radio Lawang Kuari

Nilai Dolar Naik Berdampak Harga Jual Beli Emas di Sekadau

Editor: Layli author photo

Aktivitas jual beli emas di pasar Sekadau seiring kenaikan harga nilai tukar dolar terhadao rupiah. SUARALAWANGKUARI.COM/Dil
Sekadau (Suara Lawang Kuari) - Melonjaknya nilai tukar dolar AS terhadap nilai mata uang Indoenesia rupiah dalam beberapa waktu terakhir ini telah menciptakan gelombang ketidakpastian ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Indonesia.

Dari Rp14 ribu per satu dolar, kini naik hampir menyentuh angka yang mencengangkan, yaitu hampir Rp16 ribu untuk setiap satu dolar AS. Dampak dari situasi ini tak hanya dirasakan di pasar valuta asing, tetapi juga berpengaruh pada sektor perhiasan emas di Kota Sekadau.

Salah satu pemilik toko perhiasan emas di Jalan Mawar Pasar Sekadau, Epi (45), mengatakan kenaikan nilai tukar dolar berdampak pada harga jual beli emas hingga 60%.

"Kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah juga berdampak pada harga jual beli perhiasan emas yang sebelumnya stabil sekarang mengalami kenaikan hingga mencapai hingga 60%," katanya, Sabtu (28/10/2023).

Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi mereka yang sudah memiliki perhiasan emas, karena nilainya kini semakin meningkat. Namun, cerita ini memiliki dua sisi. Bukan hanya peningkatan harga emas yang signifikan, tetapi juga dampak negatif pada calon pembeli.

"Kami senang karena nilai perhiasan emas yang kami miliki semakin tinggi, tetapi disisi lain, kami melihat jumlah pembeli yang datang ke toko kami telah menurun secara drastis," lanjut Epi.

Peningkatan harga emas tentu saja berdampak pada daya beli masyarakat yang berencana untuk membeli perhiasan emas. Masyarakat Sekadau yang sebelumnya mungkin merencanakan untuk berinvestasi dalam perhiasan emas atau membelikannya sebagai hadiah, sekarang harus berpikir ulang mengingat harga yang melambung. Kenaikan harga yang signifikan ini telah menjadi hambatan bagi para calon pembeli yang mungkin telah merencanakan pembelian perhiasan emas dalam waktu dekat.

Ketidakpastian ekonomi yang diakibatkan oleh fluktuasi nilai tukar dolar AS ke Rupiah ini tidak hanya memengaruhi sektor perhiasan emas, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan ekonomi masyarakat Sekadau. Ini termasuk harga barang-barang konsumen lainnya yang ikut terpengaruh oleh fluktuasi mata uang.

Sementara itu, Epi berharap situasi ekonomi segera pulih dan stabilitas mata uang dapat tercapai kembali, sehingga sektor perhiasan emas dan ekonomi secara keseluruhan dapat kembali ke jalurnya.

"Saya berharap semoga harga perhiasan emas kembali stabil dan daya pembeli kedepan akan kembali lancar," pungkasnya. [dil]

Share:
Komentar

Berita Terkini