![]() |
| Peresmian Outlet 5CM di bekas gedung kantor Pos Pontianak.SUARALAWANGKUARI/SK |
Apresiasi itu disampaikan Ria Norsan saat menghadiri peresmian outlet 5CM, Sabtu (31/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Hj. Erlina Norsan.
Ria Norsan menilai pemanfaatan kembali bangunan bersejarah untuk kegiatan usaha merupakan langkah positif dalam menghidupkan kawasan perkotaan. Selain menjaga keberadaan bangunan lama, langkah tersebut juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Bangunan bersejarah tidak hanya perlu dijaga keberadaannya, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara produktif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Kami berharap kehadiran outlet 5CM ini dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong tumbuhnya dunia usaha di Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran outlet tersebut dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di Kota Pontianak. Pemanfaatan gedung lama menjadi tempat usaha juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk melihat potensi bangunan dan kawasan perkotaan sebagai peluang pengembangan bisnis.
Menurut Ria Norsan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha guna menciptakan peluang investasi serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimalisasi pemanfaatan bangunan dan aset yang memiliki nilai sejarah, ekonomi, maupun sosial juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang perkotaan yang lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran outlet 5CM di gedung bekas Kantor Pos Pontianak diharapkan tidak hanya menghadirkan aktivitas usaha baru, tetapi juga menjadi contoh pemanfaatan kembali bangunan bersejarah dengan tetap memperhatikan nilai historisnya.
Dengan demikian, pelestarian bangunan bersejarah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan ekonomi dan penataan kawasan perkotaan di Kalimantan Barat. [SK]
