![]() |
| Bantuan PT GKM untuk Satgas Karhutla. SUARALAWANGKUARI/SK |
Bantuan tersebut diterima Pemerintah Kabupaten Sanggau dan selanjutnya diserahkan Bupati Sanggau Yohanes Ontot kepada Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau di Posko Satgas Karhutla, Jalan A. Yani, Sanggau, Senin (7/9/2026).
Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi kepada PT GKM yang telah menunjukkan kepedulian dan ikut mendukung pemerintah daerah dalam menghadapi Karhutla serta dampak kabut asap yang ditimbulkannya.
“Sekali lagi atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan support kepada petugas dan membantu pemerintah menangani dampak dari Karhutla,” ujar Yohanes Ontot.
Bantuan yang disalurkan berupa minuman vitamin, susu, mi instan, air mineral, serta perlengkapan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Menurut Bupati Ontot, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan para petugas yang bekerja langsung dalam penanganan Karhutla di lapangan. Khusus minuman vitamin, mi instan, dan air mineral, bantuan akan disalurkan kepada Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau.
Ketua Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau yang juga Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PT GKM.
“Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung Satgas penanganan Karhutla. Dukungan semacam ini menjadi penting ketika penanganan Karhutla membutuhkan banyak unsur,” ucap Susana.
Susana mengatakan, pemerintah memiliki peran penting dalam mengoordinasikan upaya pencegahan, pemadaman, hingga perlindungan terhadap masyarakat. Namun, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena dampaknya dirasakan secara luas.
Di satu sisi, para petugas harus berhadapan langsung dengan titik api dan kondisi medan yang tidak mudah. Di sisi lain, masyarakat harus menghadapi dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan.
“Oleh karena itu dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat dapat mengambil bagian melalui dukungan sesuai kapasitas masing-masing,” katanya.
Susana menegaskan, persoalan Karhutla tidak dapat dipandang hanya dari asap yang terlihat. Ada dampak yang lebih luas dan membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kerusakan lingkungan hingga ancaman terhadap kesehatan masyarakat.
“Ada lingkungan yang harus dijaga. Ada kesehatan masyarakat yang perlu dilindungi. Ada pencegahan yang harus diperkuat dan ada kesadaran bersama yang harus terus dibangun,” ujarnya.
Sementara itu, GM Humas & CSR PT GKM Paulus Nokus mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial perusahaan terhadap pemerintah dan masyarakat yang terdampak Karhutla.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami. Selain masker, PT Global Kalimantan Makmur juga memberikan bantuan logistik untuk mendukung Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau, berupa susu beruang, air mineral, minuman vitamin, dan mie kaldu,” kata Paulus.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan para petugas yang masih bekerja menangani Karhutla di sejumlah lokasi.
“Kita juga sudah memberikan bantuan logistik untuk Satgas Karhutla di Kabupaten Sanggau bersama ketua satgas. Harapan kami bantuan ini tersalurkan kepada para pejuang yang sedang bekerja memadamkan api,” ujarnya.
Paulus menegaskan, bantuan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyelesaikan persoalan Karhutla secara keseluruhan. Namun, dukungan tersebut merupakan bentuk nyata keterlibatan dunia usaha dalam membantu pemerintah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan petugas dan mengurangi dampak yang ditimbulkan kabut asap.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, aparat, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan Karhutla di Kabupaten Sanggau. Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga ketahanan petugas di lapangan sekaligus mempercepat upaya pengendalian kebakaran dan dampaknya terhadap masyarakat. [SK]
