![]() |
| Kapal Tongkang yang kandas di sungai Kapaus di Kampung Sungai Raya Sekadau jadi tempat wisata masyarakat. SUARALAWANGKUARI/SK |
Hamparan pasir yang biasanya berada di dasar Sungai Kapuas kini muncul dan membentang luas seiring menyusutnya debit air. Kondisi tersebut dimanfaatkan warga sebagai lokasi wisata dadakan untuk bersantai, berkumpul bersama keluarga hingga menikmati panorama matahari terbenam.
Fenomena ini semakin menarik dengan keberadaan sebuah kapal tongkang yang kandas di tengah alur Sungai Kapuas. Tongkang tersebut diketahui mengangkut kernel sawit dari Sejiram menuju Tayan.
Penjaga kapal mengatakan, tongkang tersebut tidak dapat melanjutkan perjalanan sejak bulan lalu akibat kondisi Sungai Kapuas yang semakin dangkal. Seiring waktu, debit air terus menyusut hingga membuat kapal akhirnya kandas.
Kemunculan hamparan pasir yang luas kemudian menjadi perhatian masyarakat. Setiap sore, warga mulai berdatangan ke lokasi dengan membawa keluarga, tikar hingga makanan untuk menikmati suasana alam di tepian sungai.
“Seperti di pantai di Singkawang. Ramai untuk menikmati pemandangan dan foto-foto, bawa tikar untuk makan bersama,” ujar Mila, salah seorang pengunjung.
Mila mengaku mengetahui keberadaan lokasi tersebut setelah fenomena hamparan pasir Sungai Kapuas ramai diperbincangkan di media sosial. Rasa penasaran membuatnya datang langsung untuk melihat kondisi sungai yang ternyata cukup ramai dikunjungi masyarakat setiap sore.
“Saya tahu dari media sosial yang mulai viral, jadi penasaran untuk datang. Ternyata ramai setiap sore,” katanya.
Meski menawarkan panorama yang berbeda dari biasanya, suasana di lokasi juga masih dipengaruhi kabut asap yang menyelimuti wilayah Sekadau. Kondisi tersebut membuat pemandangan matahari terbenam kurang maksimal.
“Hanya pemandangan banyak kabut asap, sehingga sunset terlindung dan tidak jelas,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin menuju lokasi, akses dari pusat Kota Sekadau dapat ditempuh melalui Jalan Tanjung. Pengunjung kemudian dapat mencari akses masuk yang ditandai dengan papan nama Jalan Sungai Raya.
Jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga mendekati kawasan hamparan pasir Sungai Kapuas.
Fenomena surutnya Sungai Kapuas ini menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi masyarakat Sekadau. Kemunculan hamparan pasir memang membuka ruang rekreasi dadakan bagi warga, namun kondisi tersebut sekaligus menjadi gambaran rendahnya debit air sungai yang selama ini menjadi salah satu jalur transportasi penting di Kalimantan Barat.
Di tengah ramainya warga menikmati fenomena tersebut, kondisi kapal tongkang yang kandas juga menunjukkan dampak langsung dari pendangkalan sungai terhadap aktivitas transportasi dan distribusi komoditas melalui jalur Sungai Kapuas.[SK]
