Streaming Radio Lawang Kuari

Karhutla Melawi Capai 1.539 Hektare, PT RKA Kerahkan Enam Ekskavator Bangun Sekat Api

Editor: Admin author photo

 

Karhutla Melawi dalam Kondisi Darurat, Pemadaman Diperkuat di Sejumlah Wilayah. SUARALAWANGKUARI/SK
Melawi (Suara Lawang Kuari) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terus diintensifkan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Pemerintah daerah bersama perusahaan, aparat, relawan dan masyarakat terus mengerahkan sumber daya untuk mencegah api meluas.

Salah satu perusahaan yang turut memperkuat penanganan Karhutla adalah PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA). Perusahaan bersama Pemerintah Kabupaten Melawi dan sejumlah stakeholder melakukan berbagai upaya pengendalian api di sejumlah area yang terdampak kebakaran.

General Manager Operasional PT RKA Kabupaten Melawi, Syed Mohd Norhisham, mengatakan pihaknya terus berupaya maksimal bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menangani kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah operasional perusahaan.

Menurut Hisham, kondisi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan proses pemadaman membutuhkan tenaga serta peralatan yang lebih besar.

“Anggota tanggap kebakaran kami bersama stakeholder terkait masih terus melakukan upaya pemadaman. Di samping upaya secara fisik, kami juga melakukan doa memohon hujan sebagai ikhtiar spiritual selain upaya lahiriah berupa pemadaman,” ujar Hisham, Kamis (27/8/2026).

Ia mengakui, hingga kini masih terdapat kepulan asap dan sejumlah titik api di beberapa area perusahaan yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Keterbatasan sumber daya manusia maupun peralatan operasional menjadi salah satu kendala dalam proses pengendalian kebakaran.

Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni hingga komunitas relawan.

“Hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan bersama instansi dan stakeholder terkait,” katanya.

Selain melakukan pemadaman, PT RKA juga mengambil langkah pencegahan untuk menghambat pergerakan api. Khususnya di wilayah Desa Nanga Kayan, perusahaan membangun sejumlah sekat bakar untuk meminimalkan potensi penyebaran api ke area lain.

Pembangunan sekat bakar tersebut dilakukan dengan mengerahkan enam unit ekskavator yang didatangkan dari luar, termasuk alat berat milik PT RKA.

“Sekat-sekat api telah dibuat untuk meminimalkan potensi penyebaran api, khususnya di wilayah Desa Nanga Kayan,” jelas Hisham.

Sementara itu, luas areal yang terdampak kebakaran di wilayah operasional perusahaan masih dalam proses pendataan oleh tim Geographic Information System (GIS) PT RKA.

Untuk wilayah Desa Nanga Kayan, Hisham memperkirakan areal terdampak mencapai sekitar 662 hektare. Luasan tersebut mencakup kawasan desa maupun area perusahaan.

Karhutla Melawi Capai 1.539 Hektare

Ancaman Karhutla di Melawi juga tergambar dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi. Sepanjang musim kemarau 2026, intensitas kebakaran tercatat cukup tinggi.

Berdasarkan laporan resmi penanganan Karhutla per 26 Agustus 2026, tercatat 28 kejadian dengan estimasi total luas area terbakar mencapai 1.539,35 hektare. Selain itu, sebanyak 2.364 titik panas atau hotspot terdeteksi tersebar di sejumlah kecamatan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Melawi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Asap.

Kepala BPBD Kabupaten Melawi Daniel mengatakan, penanganan di lapangan masih menghadapi tantangan karena terdapat sejumlah titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

Beberapa titik yang masih menjadi perhatian berada di Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh, dan Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing.

Berdasarkan data sebaran Karhutla, Kecamatan Nanga Pinoh menjadi wilayah dengan jumlah kejadian sekaligus luas area terdampak terbesar. Tercatat 22 lokasi dengan total luas area terbakar mencapai 702,55 hektare.

Kecamatan Belimbing menyusul dengan luas area terdampak sekitar 408 hektare.

Sejumlah desa bahkan tercatat mengalami kebakaran dalam luasan yang cukup besar. Desa Nanga Kayan mencapai sekitar 523 hektare, Desa Beloyang, Kecamatan Belimbing Hulu sekitar 200 hektare, sedangkan Desa Batu Nanta mencapai 176 hektare.

“Untuk mencegah meluasnya dampak bencana asap, BPBD Kabupaten Melawi bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan yang melibatkan TNI/Polri, relawan, dan masyarakat terus mengintensifkan upaya penanggulangan karhutla,” ujar Daniel, Kamis (27/8/2026).

Daniel menjelaskan, penanganan dilakukan melalui patroli rutin di wilayah rawan Karhutla, respons cepat terhadap kemunculan titik api, penguatan koordinasi lintas sektor hingga penyisiran pascapemadaman atau mopping up.

Di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan, relawan dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah api kembali membesar.

PT RKA juga memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Melawi dan seluruh stakeholder akan terus diperkuat. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman, mengendalikan titik api dan membatasi penyebaran kebakaran di wilayah terdampak.

Penanganan Karhutla tidak hanya membutuhkan respons cepat ketika api muncul, tetapi juga langkah pencegahan berkelanjutan agar kebakaran tidak kembali terjadi dan dampak bencana asap terhadap masyarakat dapat ditekan.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play