Streaming Radio Lawang Kuari

Tiga Titik Hotspot Terdeteksi di Moton Asam, TNI-Polri Padamkan Sisa Bara Karhutla

Editor: Admin author photo

 

Personel TNI-Polri kembali turun ke lapangan untuk pengecekan dan penindakan lanjutan terhadap titik panas di Desa Antibar, Minggu (23/8/2026). SUARALAWANGKUARI/SK
Mempawah (Suara Lawang Kuari) – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Moton Asam, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, terus dilakukan. Personel gabungan TNI-Polri kembali turun ke lapangan untuk mengecek sekaligus melakukan penanganan lanjutan terhadap titik panas yang terdeteksi berdasarkan data BMKG, Minggu (23/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bati Tuud Koramil 1201-03/Mempawah Hilir Serka Dedi Hartono bersama tiga anggota, Kapolsek Mempawah Timur beserta dua anggota, enam personel Tim Satgas Polres Mempawah, serta dua warga terlibat langsung dalam proses penanganan di lokasi.

Hasil pengecekan lapangan menunjukkan terdapat tiga titik hotspot yang terdeteksi. Dua titik berada di wilayah Kecamatan Mempawah Hilir dengan koordinat 109.0760–0.4515 dan 109.0833–0.4580. Sementara satu titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Mempawah Timur dengan koordinat 109.0311–0.3804.

Ketiga titik tersebut mengarah ke kawasan Dusun Moton Asam, Desa Antibar. Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung melakukan pemadaman terhadap sisa bara api sekaligus melokalisasi area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bara kembali membesar dan api menjalar ke area lahan lainnya.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih tujuh hektare. Hingga penanganan dilakukan, pemilik lahan yang terbakar masih belum diketahui.

Untuk mendukung kegiatan di lapangan, personel menggunakan empat kendaraan roda dua, tiga unit handy talky (HT) dan dua telepon genggam sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.

“Kami terus melakukan pengecekan dan penanganan lanjutan terhadap lokasi yang sebelumnya terdeteksi adanya titik panas. Sisa bara harus dipastikan benar-benar aman agar tidak kembali menjadi titik api, terutama apabila terjadi angin kencang,” ujar Serka Dedi Hartono.

Kendala turut dihadapi petugas selama proses pemadaman. Salah satunya adalah jarak sejumlah titik api dengan sumber air yang tidak seluruhnya dapat dijangkau.

Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan pemadaman dan pelokalisiran hingga api berhasil dipadamkan. Saat ini kondisi api telah dinyatakan padam, namun kepulan asap masih terlihat di sejumlah bagian lahan.

Kondisi tersebut tetap menjadi perhatian petugas. Pasalnya, sisa bara yang masih berada di dalam lahan berpotensi kembali memicu kebakaran apabila diterpa angin kencang.

Selain melakukan pemadaman, personel juga memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Pemantauan terhadap kawasan terdampak akan terus dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya TNI-Polri mencegah karhutla kembali meluas dan mengancam wilayah di sekitarnya.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play