Penyerahan barang bukti hasil penggagalan dua upaya penyelundupan narkotika di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia itu berlangsung di Aula Mapomdam XII/Tanjungpura, Kota Pontianak, Senin (28/9/2026).
Barang bukti tersebut secara simbolis diserahkan Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi kepada Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Totok Lisdiarto.
Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani dalam menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika melalui jalur perbatasan.
“Pada kesempatan ini, saya mewakili Pangdam XII/Tpr menyampaikan rilis resmi terkait keberhasilan Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalbar dalam menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di dua kejadian berbeda,” ujar Purnomosidi.
Kasus pertama terjadi pada Senin (21/9/2026) sekitar pukul 20.58 WIB. Satgas Pamtas Sektor Barat menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1,93 kilogram melalui jalur tikus di Desa Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Dalam pengungkapan tersebut, pelaku berhasil melarikan diri. Namun, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika yang ditinggalkan.
Pengungkapan kedua terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani bersama Satgas Intelijen mengamankan 13 paket narkotika jenis sabu dengan berat total 14,472 kilogram.
Barang bukti tersebut ditemukan di Dusun Entungun, Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Dari dua pengungkapan tersebut, total barang bukti sabu yang berhasil diamankan mencapai lebih dari 16,4 kilogram.
Purnomosidi menyampaikan apresiasi Pangdam XII/Tanjungpura kepada seluruh prajurit yang terlibat dalam pengungkapan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan pengawasan terhadap jalur-jalur perlintasan tidak resmi di kawasan perbatasan.
Seluruh barang bukti selanjutnya diserahkan kepada BNNP Kalbar untuk penanganan lebih lanjut, termasuk proses pemusnahan sesuai ketentuan serta pengembangan penyelidikan terhadap jaringan yang terlibat.
BNNP Kalbar juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan TNI, Kepolisian, Bea Cukai, dan Imigrasi dalam melakukan pengawasan di kawasan perbatasan darat.
Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika, termasuk jaringan internasional yang memanfaatkan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia sebagai jalur penyelundupan. [SK]