| Karhutla di Bukit Seraya Tayan Hilir. SUARALAWANGKUARI/SK |
Pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Tayan Hilir Iptu Dr. Kusdarwanto dengan melibatkan personel dari berbagai unsur, yakni Polsek Tayan Hilir, Damkar Binsika Kecamatan Tayan Hilir, Koramil 1204-07/Tayan Hilir, BKO Yon TP Sanggau, KPH Sanggau Barat, Damkar PT ICA, security PT Antam, BPBD Kabupaten Sanggau, Damkar Sanggau, pemerintah desa hingga masyarakat setempat.
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kobaran meluas ke kawasan lainnya. Petugas bersama masyarakat harus bergerak menuju sejumlah titik api yang berada di kawasan perbukitan dengan kondisi medan cukup sulit dijangkau.
Sejumlah sarana pemadam juga dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Kusdarwanto mengungkapkan, penanganan dilakukan secara bersama-sama karena kondisi lokasi kebakaran membutuhkan dukungan tenaga dan peralatan yang memadai. Petugas tidak hanya berfokus memadamkan api, tetapi juga memastikan kobaran tidak berkembang dan merambat ke wilayah yang lebih luas.
“Prioritas kami adalah mengendalikan titik api secepat mungkin dan mencegah api merambat. Karena lokasi berada di kawasan bukit dengan medan yang terjal, proses pemadaman membutuhkan kehati-hatian, kekompakan personel, serta dukungan peralatan yang sesuai,” ujar Iptu Kusdarwanto dalam rilisnya, Sabtu (12/9/2026).
Hingga penanganan berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kawasan yang terbakar merupakan area perbukitan dan hutan dengan kondisi tanah mineral.
Lahan tersebut diketahui milik Nasrudin, warga Dusun Kawat, Desa Kawat, dengan luas keseluruhan sekitar tiga hektare. Dari luasan tersebut, area yang terdampak kebakaran masih dalam proses penanganan, termasuk pemadaman dan pendinginan.
Sejumlah titik api berada di bagian bukit yang terjal sehingga menyulitkan petugas melakukan penanganan secara langsung. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan koordinasi dan kehati-hatian agar personel tetap aman selama berada di lokasi.
Kapolsek Tayan Hilir menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lahan dan hutan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan apabila melihat munculnya titik api. Pencegahan sejak awal akan jauh lebih efektif daripada menangani api yang sudah meluas,” tegasnya. [SK]