| PKK Kalbar Salurkan Sembako dan Layanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Karhutla. SUARALAWANGKUARI/SK |
Aksi sosial tanggap darurat tersebut dilakukan dengan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok sekaligus memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menerima bantuan berupa beras, telur, minyak goreng, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Selain bantuan pangan, warga juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, obat-obatan, serta dukungan air bersih.
Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Vikjen Keuskupan Agung Pontianak (KAP) Pastor Alexius Alex, Direktur Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Tim Relawan Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Pontianak, Tim Medis Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Caritas, serta sejumlah pihak lainnya.
Donata mengatakan, aksi sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan langsung kepada masyarakat yang terdampak karhutla, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menjaga kesehatan selama kondisi darurat.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin hadir secara langsung bersama masyarakat. Bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga melihat dan mendengarkan secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat yang terdampak karhutla,” katanya.
Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami masyarakat Dusun Lingga Dalam. Menurutnya, karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan rasa prihatin atas kondisi yang dialami masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan, khususnya masyarakat di Dusun Lingga Dalam,” ungkapnya.
Donata menilai kondisi kabut asap dapat memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kita memahami bahwa kondisi ini tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, kehadiran kita hari ini merupakan wujud kepedulian, solidaritas dan semangat gotong royong,” jelasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama kondisi darurat berlangsung.
“Semoga bantuan berupa pemeriksaan kesehatan, obat-obatan, sembako dan penyediaan air bersih ini dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan,” tutur Donata.
Donata juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, penanganan dampak karhutla membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan Keuskupan Agung Pontianak, Tim Medis Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, Caritas, para relawan serta seluruh pihak yang telah bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, aksi sosial tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi bencana.
“Kita ingin menunjukkan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tidak berjalan sendiri. Ada kepedulian, ada solidaritas dan ada semangat gotong royong dari berbagai pihak untuk bersama-sama membantu,” terangnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla.
“Kita berharap kondisi ini dapat segera teratasi dan ke depan tidak terjadi lagi kejadian serupa. Mari kita terus menjaga lingkungan, meningkatkan kepedulian dan memperkuat kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga keagamaan dan seluruh pihak dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. [SK]