Streaming Radio Lawang Kuari

Tournament Mancing Sekalbar Pecahkan Rekor, 2.400 Peserta Padati Desa Semuntai

Editor: Admin author photo

Bupati Sanggau disambut ketua panitia Taufik Hidayatullah dalam tournament mancing sekalbar 2026 di Semuntai. SUARALAWANGKUARI/SK
Sanggau (Suara Lawang Kuari) – Ribuan pemancing dari berbagai daerah memadati Desa Semuntai, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, untuk mengikuti Tournament Mancing Sekalbar yang digelar pada Minggu (26/7/2026). Event yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah tersebut mencatatkan jumlah peserta mencapai 2.400 orang dan disebut sebagai salah satu turnamen mancing terbesar yang pernah digelar di Kalimantan Barat.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Tidak hanya diikuti pemancing dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, turnamen ini juga menarik perhatian peserta dari luar negeri, yakni Malaysia, sehingga semakin memperkuat statusnya sebagai ajang olahraga dan rekreasi berskala regional.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot. Turut hadir Raja Sanggau Gusti Arman, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau Budi Darmawan, Forkopimcam Mukok, anggota DPRD Kabupaten Sanggau, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen yang dinilainya sangat spektakuler dan berpotensi menjadi tolok ukur penyelenggaraan event serupa di Kalimantan Barat.

“Saya kira event hari ini event yang sangat spektakuler di Kalimantan Barat. Tentu di Semuntai ini memecah rekor. Ada 2.400 peserta, para pemancing atau mancing mania di sini. Nah tentu ini menjadi standar untuk Kalimantan Barat,” kata Yohanes.

Menurutnya, kegiatan memancing tidak hanya menjadi sarana hiburan dan penyaluran hobi, tetapi juga memiliki nilai edukatif karena melatih kesabaran, ketekunan, dan kemampuan mengendalikan emosi.

“Mancing ini menjadi sebuah hobi. Ya hobi dan juga merupakan olahraga yang sangat smooth. Karena dia melatih otak dan melatih kesabaran setiap orang. Untuk selalu sabar menunggu ada atau tidak ada ikan yang akan didapatkan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama kompetisi berlangsung. Ia menegaskan bahwa kejujuran dan kedisiplinan merupakan nilai utama yang harus dijaga agar turnamen berjalan dengan baik dan menjadi contoh positif bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan cara mancing ini untuk melatih kesabaran setiap orang tidak mudah tersinggung. Tidak mudah terpancing, tersinggung. Tapi ada kerjasama yang lain ya, tidak saling salip-menyalip. Ya kalau dia tidak dapat jangan lalu curang dengan membawa ikan yang telah disiapkan di sungai atau ikan dibawa dari kolam. Jadi sportivitas juga menjadi sebuah kekuatan bagi kita untuk bagaimana masyarakat tertib,” tegasnya.

Yohanes menilai tema “Satukan Hobi” yang diusung dalam turnamen ini memiliki makna yang lebih luas. Selain menjadi wadah bagi para penghobi mancing untuk berkumpul dan berkompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antar daerah bahkan lintas negara.

“Ini jadi sebuah ajang untuk kita membangun persaudaraan antar daerah dan bahkan antara negara karena di sini juga saya dengar diikuti dari negara tetangga seperti Malaysia,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Tournament Mancing Sekalbar, Taufik Hidayahtullah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang menjadikan event ini sebagai salah satu turnamen mancing terbesar di Kalimantan Barat.

“Dengan jumlah peserta yang mencapai 2.400 orang, Tournament Mancing Mania Sekalbar di Desa Semuntai menjadi salah satu event mancing terbesar di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Taufik berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah, sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Sanggau kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Ia menambahkan, peserta dari luar negeri yang ikut ambil bagian dalam turnamen ini berasal dari Kuching, Sarawak sebanyak 15 orang dan dari Sabah sebanyak tiga orang.

“Kegiatan ini juga diikuti peserta luar negeri yaitu Malaysia yang berasal dari Kuching Sarawak 15 peserta dan Sabah tiga orang,” pungkasnya.

Dengan tingginya jumlah peserta dan dukungan berbagai pihak, Tournament Mancing Sekalbar di Desa Semuntai tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum promosi wisata, penguatan ekonomi masyarakat, serta sarana mempererat persaudaraan antar komunitas pemancing dari berbagai daerah dan negara.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play