Streaming Radio Lawang Kuari

Semarak Pawai Dayak Warnai Perayaan PGD XV Kabupaten Sekadau

Editor: Redaksi author photo

Pawai Dayak di FGD XV Sekadau
Sekadau (Suara Lawang Kuari)  – Semarak Pawai Dayak mewarnai pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026, Selasa (21/7/2026). Ribuan peserta dari berbagai kecamatan, organisasi, hingga elemen masyarakat memadati ruas jalan utama Kota Sekadau dengan menampilkan kekayaan adat dan budaya Dayak.

Pawai yang berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 09.00 WIB secara resmi dilepas oleh Bupati Sekadau, Aron, Dalam sambutannya, Aron menegaskan bahwa pawai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol persatuan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan selama rangkaian Pekan Gawai Dayak XV yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026.

"Pawai Gawai Dayak ini merupakan simbol kebersamaan kita. Mari bersama menyukseskan Pekan Gawai Dayak Sekadau serta menjaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan," ujar Aron.

Pawai Dayak menjadi salah satu agenda utama dalam perayaan Pekan Gawai Dayak XV yang bertujuan melestarikan adat istiadat sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak di Kabupaten Sekadau.

Berbagai kontingen dari setiap kecamatan tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat khas Dayak lengkap dengan aksesorinya. Mereka juga membawa perlengkapan budaya, spanduk, bendera, serta atribut tradisional yang menambah semarak suasana.

Sepanjang rute pawai, para peserta berjalan beriringan menyusuri jalan utama Kota Sekadau, disambut antusias ribuan warga yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan kemeriahan acara.

Tak hanya peserta berjalan kaki, pawai juga diramaikan dengan kendaraan hias berbentuk perahu yang dihiasi motif ukiran Dayak, ornamen tradisional, serta perlengkapan budaya yang menggambarkan kekayaan seni dan kearifan lokal masyarakat Dayak.

Nuansa budaya semakin terasa dengan penampilan alat musik tradisional yang mengiringi jalannya rombongan peserta. Atraksi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang hadir.

Kemeriahan pawai juga semakin lengkap dengan kehadiran Bujang dan Dara Gawai yang tampil anggun mengenakan busana adat Dayak. Kehadiran generasi muda ini menjadi simbol estafet pelestarian budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah modernisasi.

Selama pelaksanaan kegiatan, aparat keamanan bersama panitia melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna memastikan seluruh rangkaian pawai berlangsung tertib, aman, dan lancar.

Pawai Dayak ini menjadi pembuka rangkaian Pekan Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau yang diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mempererat persatuan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan budaya Dayak kepada masyarakat luas. [Vika]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play