Begitu mengetahui kejadian tersebut, warga langsung berhamburan menuju lokasi untuk mengevakuasi penghuni rumah yang masih berada di dalam bangunan. Berkat respons cepat masyarakat, penghuni berhasil diselamatkan sebelum rumah ambruk sepenuhnya.
Ketua RT setempat, Alwi Ismail, mengatakan dirinya segera mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai rumah yang roboh. Bersama warga sekitar, ia langsung memimpin proses penyelamatan.
"Saya melihat kejadian itu, langsung membantu dan memanggil warga sekitar untuk melakukan evakuasi," ujar Alwi, Senin (6/7/2026).
Menurut Alwi, proses evakuasi sempat terkendala karena aliran listrik di sekitar lokasi masih aktif. Bahkan, seorang warga yang membantu proses penyelamatan sempat tersengat listrik.
"Ada warga yang membantu evakuasi pertama tersengat listrik. Setelah itu kami berusaha mematikan kabel aliran listrik agar proses penyelamatan bisa dilakukan dengan aman," ungkapnya.
Setelah aliran listrik berhasil diamankan, proses evakuasi kembali dilanjutkan hingga penghuni rumah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Mengetahui adanya peristiwa tersebut, Lurah Sungai Beliung bersama sejumlah relawan segera menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus membantu penanganan di lapangan.
Pemilik rumah, Ani (56), mengaku masih syok atas musibah yang menimpanya. Ia mengatakan saat kejadian berada seorang diri di dalam rumah dan tidak sempat menyelamatkan harta benda miliknya.
"Saya berada di dalam rumah saat kejadian. Semuanya terjadi begitu cepat, saya tidak bisa berbuat apa-apa," tuturnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, rumah mengalami kerusakan berat setelah ambruk di tepian Sungai Kapuas sehingga tidak lagi layak ditempati.
Pantauan Suara Kalbar di lokasi, warga bersama relawan masih melakukan evakuasi barang-barang milik korban yang masih dapat diselamatkan. Sementara itu, Ani untuk sementara waktu diungsikan ke rumah warga sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan kondisi bangunan yang berada di bantaran sungai, terutama rumah-rumah yang menggunakan tiang penyangga sebagai konstruksi utama, guna mengantisipasi risiko serupa di kemudian hari.[SK]
.jpg)