![]() |
| Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Rusdalita membuka Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia. SUARALAWANGKUARI/SK |
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia Kota Pontianak, Rusdalita, menegaskan bahwa HAM merupakan hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir. Karena itu, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.
“Dalam konteks pembangunan daerah, penghormatan terhadap HAM menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan beradab,” ujarnya saat membuka kegiatan sosialisasi.
Menurut Rusdalita, pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai HAM masih perlu terus diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, sosialisasi tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga generasi muda, lembaga pendidikan, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Rusdalita menjelaskan, implementasi Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) saat ini diperkuat melalui sembilan pilar utama, yakni hak sipil dan politik, hak ekonomi, sosial dan budaya, antipenyiksaan, antidiskriminasi, hak anak, hak penyandang disabilitas, hak perempuan, hak migran, serta hak dalam pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurutnya, RANHAM menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan program pembangunan daerah selalu berorientasi pada penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
“Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, implementasi RANHAM menjadi instrumen strategis untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan senantiasa berperspektif pada penghormatan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, dunia pendidikan, dan organisasi masyarakat guna mendorong terwujudnya kota yang semakin ramah HAM.
Rusdalita menilai tema sosialisasi tersebut sangat relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat saat ini, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Menurutnya, generasi muda kini menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memicu pelanggaran HAM, seperti intoleransi, radikalisme, diskriminasi, kekerasan, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan media digital.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter yang kuat serta pemahaman komprehensif mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara.
“Kehidupan yang damai, adil, dan harmonis hanya dapat terwujud apabila kita saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi martabat setiap manusia,” katanya.
Rusdalita menekankan bahwa pemahaman HAM tidak cukup berhenti pada aspek teori. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, berani menyuarakan kebenaran, menolak segala bentuk perundungan, hingga menggunakan media sosial secara bijaksana dan bertanggung jawab.
“Kesadaran HAM harus hadir dalam perilaku sehari-hari. Kepedulian terhadap sesama, keberanian menyuarakan kebenaran, menolak perundungan, dan bijak bermedia sosial adalah bagian dari fondasi penegakan nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, budaya dialog, saling menghormati, serta etika dalam berdiskusi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang sehat dan demokratis.
Lebih lanjut, Rusdalita menegaskan bahwa penegakan HAM bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah. Keberhasilan membangun masyarakat yang menjunjung tinggi hak asasi manusia memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga dunia pendidikan.
Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan.
Melalui kegiatan sosialisasi RANHAM ini, Pemerintah Kota Pontianak berharap peserta tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hak asasi manusia, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Dengan semakin kuatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, dan keadilan dapat terus tumbuh sehingga mendukung terwujudnya Kota Pontianak yang harmonis, berkeadilan, dan menghormati hak setiap warganya.[SK]
.jpeg)