| Tim CSR WHW saat menyerahkan bantuan dukungan karhutla kepada dinas Lingkungan Hidup Ketapang. SUARALAWANGKUARI/SK |
Program tersebut mencakup perbaikan infrastruktur, dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap, hingga bantuan pendidikan bagi anak-anak di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Salah satu bentuk kontribusi WHW diwujudkan melalui rehabilitasi jalan provinsi sepanjang sekitar 3.650 meter yang menghubungkan Sungai Tengar dengan Gardu Induk Selatan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di wilayah Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Perbaikan jalan dilakukan selama kurang lebih tiga minggu dengan menangani sejumlah titik yang mengalami kerusakan dan berlubang. Kondisi jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, terutama kendaraan roda empat yang membawa kebutuhan pokok dan berbagai keperluan warga.
Dalam pekerjaan tersebut, WHW menggunakan metode soil cement dengan kebutuhan material sekitar 875 meter kubik tanah, 177 ton semen, dan 525 meter kubik batu.
Pengerjaan turut didukung sejumlah alat berat dan kendaraan operasional, seperti motor grader, compactor, mobil tangki, dan excavator.
Sebanyak 25 karyawan WHW dari berbagai fungsi, di antaranya External Relations/CSR, Red Mud, Construction, Power Plant, Port, dan Security, terlibat dalam kegiatan tersebut bersama masyarakat Sungai Tengar.
Total nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp863,87 juta yang mencakup kebutuhan material serta operasional peralatan.
Camat Kendawangan Hermansyahwiran mengapresiasi langkah WHW dalam membantu memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sebelum diperbaiki oleh WHW, kondisi jalan ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Syukur alhamdulillah, setelah dilakukan perbaikan, dalam beberapa hari kondisinya menjadi cukup baik dan lebih representatif untuk digunakan warga, termasuk untuk membawa kebutuhan pokok,” ujar Hermansyahwiran.
Menurutnya, perbaikan jalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, tetapi juga membantu pergerakan tim dalam menghadapi karhutla.
“Berkaitan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan akhir-akhir ini, diperbaikinya jalan ini juga membantu mobilitas pemadam kebakaran. Jalan yang sebelumnya berlubang kini sudah lebih baik,” katanya.
Dukungan WHW terhadap penanganan karhutla juga dilakukan secara langsung di lapangan.
Pada Rabu, 9 September 2026, kebakaran terjadi di sekitar Sungai Gantan, Kecamatan Kendawangan. Api sempat meluas ke arah Sungai Gayam dan mendekati permukiman warga.
Tim WHW bersama unsur terkait kemudian melakukan penanganan untuk mengendalikan api. Dalam proses pemadaman, sumber air laut yang berjarak sekitar 300 meter dari titik api turut dimanfaatkan.
Setelah dilakukan upaya pemadaman, api berhasil dikendalikan. Tim kemudian kembali ke perusahaan masing-masing sekitar pukul 20.00 WIB.
Selain terlibat langsung dalam penanganan kebakaran, WHW juga memberikan perhatian terhadap dampak kabut asap bagi kesehatan masyarakat.
Pada 3 September 2026, tim CSR WHW bersama 12 aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang membagikan sebanyak 7.000 masker kepada masyarakat.
Masker dibagikan di sejumlah titik strategis di Kota Ketapang, di antaranya persimpangan lampu lalu lintas kawasan RS Agoesdjam, Polres Ketapang, dan Tugu Ale-Ale.
Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mengurangi paparan kabut asap akibat karhutla, terutama pengguna kendaraan roda dua yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Kontribusi WHW juga menyasar sektor pendidikan. Melalui Program Beasiswa Cegah Putus Sekolah, CSR WHW pada 19 Agustus 2026 memberikan bantuan pendidikan kepada 58 siswa dari 13 sekolah di Kecamatan Kendawangan.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp83 juta.
Para penerima bantuan terdiri atas 20 siswa jenjang SD, 18 siswa SMP, 10 siswa SMA, dan 10 siswa SMK. Bantuan diberikan dalam berbagai bentuk kebutuhan pendidikan, termasuk perlengkapan sekolah seperti tas.
CSR Manager WHW Ari Djanuar Prasetyo mengatakan, program tersebut diharapkan membantu siswa tetap melanjutkan pendidikan sekaligus mendorong mereka menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Dampak langsung dari Program Beasiswa Cegah Putus Sekolah ini adalah membantu siswa agar dapat terus bersekolah dan mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Ari.
Ia mengatakan WHW berharap program tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembangunan manusia di Kabupaten Ketapang, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Kendawangan.
Rangkaian program CSR tersebut menunjukkan dukungan WHW kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Perusahaan juga terlibat dalam penanganan kondisi darurat karhutla, membantu mengurangi dampak kabut asap bagi masyarakat, serta memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar wilayah operasional.
Melalui berbagai program tersebut, WHW menyatakan komitmennya untuk terus membangun hubungan positif dengan masyarakat dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung dalam aspek sosial, lingkungan, infrastruktur, maupun pendidikan.[SK]