![]() |
| Launching Logo dan Maskot Porprov XIV Kalbar 2026 di Atrium Gaia Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026) malam. SUARALAWANGKUARI/SK |
Hal tersebut disampaikan Ria Norsan saat menghadiri Launching Logo dan Maskot Porprov XIV Kalbar 2026 di Atrium Gaia Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat Daud Yordan, jajaran pengurus KONI Kalbar, sejumlah pemangku kepentingan, serta insan olahraga dari berbagai daerah.
Ria Norsan mengatakan peluncuran logo dan maskot Porprov XIV bukan sekadar seremoni. Menurutnya, momentum tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan persiapan menuju pesta olahraga terbesar di tingkat Provinsi Kalimantan Barat.
“Malam ini kita tidak hanya sekadar meluncurkan sebuah simbol visual, tetapi kita sedang menyalakan api semangat kebangkitan olahraga di daerah kita. Peluncuran identitas ini menjadi penanda bahwa tahapan persiapan penyelenggaraan Porprov Kalimantan Barat ke-14 Tahun 2026 resmi dimulai,” ujar Ria Norsan.
Ia menegaskan penyelenggaraan Porprov XIV merupakan wujud kesungguhan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, KONI, pemerintah kabupaten/kota, insan olahraga, dan masyarakat.
Karena itu, Porprov tidak boleh berhenti pada keberhasilan penyelenggaraan maupun perebutan medali. Lebih jauh, ajang tersebut harus menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet yang mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Ini adalah wujud kesungguhan kita bersama antara Pemerintah Provinsi, KONI dan masyarakat untuk menghadirkan ajang olahraga yang tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga sukses dalam prestasi dan pembinaan atlet jangka panjang,” tegasnya.
Ria Norsan berharap Porprov XIV dapat menjadi panggung bagi atlet-atlet terbaik Kalimantan Barat untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di masing-masing daerah.
Menurutnya, kompetisi tingkat provinsi harus mampu menjadi batu loncatan bagi atlet untuk melangkah ke level yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga, pimpinan cabang olahraga, atlet, pelatih, pemerintah daerah, hingga masyarakat membangun sinergi yang kuat.
“Mari kita jadikan Porprov ini sebagai ruang kebersamaan, pemersatu daerah, serta batu loncatan agar atlet-atlet kita mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional bahkan internasional,” ajaknya.
Selain mengejar prestasi, Ria Norsan juga mengingatkan bahwa pembangunan olahraga harus menyentuh masyarakat secara luas. Olahraga, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan atlet dan kompetisi, tetapi perlu menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.
Ia mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat dengan aktif bergerak dan berolahraga dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan kita. Tidak harus menjadi atlet untuk berolahraga. Yang penting kita membangun kebiasaan hidup sehat, aktif bergerak, dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian kita,” katanya.
“Dari masyarakat yang sehat, kita akan lahirkan generasi yang kuat dan atlet-atlet berprestasi untuk Kalimantan Barat,” sambungnya.
Penyelenggaraan Porprov XIV juga dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem olahraga di Kalimantan Barat. Kolaborasi pemerintah, KONI, cabang olahraga, atlet, pelatih dan masyarakat diperlukan agar pembinaan tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Di sisi lain, perhelatan Porprov juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Kehadiran atlet, ofisial, pelatih, pendukung dan masyarakat dari berbagai kabupaten/kota selama penyelenggaraan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.
Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), sektor kuliner, transportasi, akomodasi, perdagangan hingga jasa lainnya berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas selama pelaksanaan Porprov.
Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, Porprov XIV Kalimantan Barat Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi arena persaingan antaratlet dan antardaerah.
Lebih dari itu, ajang tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat persatuan, membangun budaya hidup sehat, memperkuat sistem pembinaan, melahirkan atlet-atlet berprestasi, sekaligus memberikan dampak positif bagi kemajuan olahraga dan perekonomian Kalimantan Barat. [SK]
