Aksi kemanusiaan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang tengah mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Kedatangan para relawan disambut antusias oleh warga. Bantuan air bersih itu menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan dan membutuhkan pasokan air untuk berbagai keperluan rumah tangga.
Kapolsek Jongkat IPDA Dwi Febrie Andika mengapresiasi langkah cepat relawan gabungan yang turun langsung membantu masyarakat. Menurutnya, gerakan BPAW bersama Forum Komunikasi Tanggap Bencana Wajok menunjukkan kepedulian nyata terhadap kondisi warga di lapangan.
“Terima kasih kepada teman-teman Badan Pemadam Api Wajok (BPAW), yang baru muncul, baru lahir, luar biasa gerakannya. Gerakan cepat dan sigap membagikan serta mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini,” kata Dwi kepada Suarakalbar.co.id, Selasa (8/9/2026) malam.
Ia menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi warga, khususnya masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran relawan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial di tengah kondisi kemarau yang sedang berlangsung.
“Tentunya bapak dan ibu masyarakat sangat senang dan bahagia dengan penyaluran air bersih ini. Semoga bermanfaat, tentunya berkah, serta semoga musibah ini segera berlalu,” ujarnya.
Dwi juga memberikan semangat kepada seluruh relawan yang terlibat dan mengingatkan agar kesehatan serta keselamatan tetap menjadi perhatian selama menjalankan kegiatan di lapangan.
“Saya mendoakan agar teman-teman dari BPAW dan rekan-rekan relawan lainnya tetap semangat dan sehat selalu. Ojo kendor,” tutupnya.
Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Parit Kebayan, Syamsudin atau yang akrab disapa Udin Konyak. Ia berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.
“Terima kasih kepada teman-teman relawan. Tetap semangat, mantap dan sehat selalu,” ucap Udin.
Ketua sekaligus Pendiri BPAW, Diko Eno, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bagian dari komitmen relawan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, pihaknya berupaya bergerak membantu warga sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Kami dari BPAW bersama rekan-rekan Forum Komunikasi Tanggap Bencana Wajok berusaha hadir untuk masyarakat. Ketika ada warga yang membutuhkan air bersih, sebisa mungkin kami bergerak dan membantu. Ini bukan soal siapa yang paling depan, tetapi bagaimana kita bisa bersama-sama meringankan beban masyarakat,” kata Diko.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilakukan dengan semangat gotong royong. Para relawan tidak hanya mendistribusikan air, tetapi juga memastikan proses penyaluran berjalan dengan baik agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama para donatur yang juga dari warga Wajok yang terus mendukung gerakan kemanusiaan ini. Kepada para relawan, jangan lupa menjaga kesehatan karena kondisi di lapangan juga cukup menguras tenaga. Semangat boleh tinggi, tetapi kesehatan tetap harus dijaga,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Tanggap Bencana Wajok, Hajilid atau yang akrab disapa Off, mengatakan keberadaan relawan harus menjadi bagian dari solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan di lapangan.
Ia menyebut penyaluran air bersih bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud kepedulian bersama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi kondisi seperti ini. Selama masih ada warga yang membutuhkan air bersih dan kami masih mampu bergerak, kami akan berusaha membantu semampu kami,” ujar Off.
Off juga mengapresiasi kekompakan seluruh relawan yang terlibat. Menurutnya, kolaborasi antara BPAW dan Forum Komunikasi Tanggap Bencana Wajok menunjukkan bahwa kekuatan relawan terletak pada kebersamaan serta kecepatan dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh relawan dan semua pihak yang telah membantu. Mari kita terus jaga semangat gotong royong ini. Kita tidak tahu kapan kondisi ini berakhir, tetapi selama masyarakat membutuhkan, kita akan berusaha tetap bergerak,” pungkasnya. [SK]