![]() |
| Tim Gabungan Padamkan Karhutla 30 Hektare Perkebunan PT Saraswati di Landak.SUARALAWANGKUARI/SK |
Kebakaran terjadi di Blok G11, G12, dan G13. Penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya, Sabtu (22/8/2026). Api yang belum sepenuhnya padam kembali meluas sehingga membutuhkan penanganan secara intensif.
Tim gabungan yang terdiri dari Polres Landak, Polsek Ngabang, BPBD Kabupaten Landak, KPH Kabupaten Landak, serta PT Saraswati Agro Estate langsung menuju lokasi setelah titik karhutla terpantau melalui aplikasi Lancang Kuning.
Sekitar pukul 13.00 WIB, tim berangkat menggunakan dua kendaraan dinas Polres Landak dan satu kendaraan dinas Polsek Ngabang. Operasi tersebut dipimpin Kasat Samapta Polres Landak AKP Zulianto.
Kekuatan personel yang dikerahkan terdiri dari 14 personel Kompi 1 Siaga Polres Landak, lima personel Polsek Ngabang, dua personel BPBD Kabupaten Landak, tiga personel KPH Kabupaten Landak, serta 15 personel pemadam kebakaran PT Saraswati Agro Estate.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 15.15 WIB dan langsung melakukan pemadaman di sejumlah titik. Petugas menghadapi tantangan karena sebagian areal yang terbakar merupakan lahan gambut.
Karakteristik lahan gambut membuat api tidak hanya berpotensi menyebar di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah dan meninggalkan bara yang sewaktu-waktu dapat kembali memicu kebakaran.
Karena itu, petugas tidak hanya memadamkan kobaran api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api. Sekitar pukul 19.15 WIB, kebakaran dinyatakan padam dan kondisi lokasi berada dalam keadaan terkendali.
Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas areal perkebunan kelapa sawit PT Saraswati Agro Estate yang terbakar sejak Sabtu hingga Minggu diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
Lokasi kebakaran berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap rumah penduduk. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan pendataan dan pemantauan kondisi lahan, sedangkan kerugian materiel hingga kini masih dalam proses penghitungan.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kasat Samapta AKP Zulianto mengatakan, penanganan karhutla menjadi salah satu prioritas kepolisian, terutama ketika ditemukan titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih luas.
“Begitu mendapatkan informasi adanya titik panas, personel langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan di lapangan. Kami bersama seluruh unsur terkait berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Zulianto.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api dapat merambat melalui bagian bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski kobaran di permukaan telah dipadamkan.
“Penanganan tidak hanya sebatas memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan tidak ada bara yang tersisa. Karena itu, proses pendinginan dan pemantauan tetap menjadi bagian penting setelah api berhasil dipadamkan,” katanya.
Polres Landak bersama Polsek Ngabang mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Setiap informasi mengenai titik api diharapkan segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin sebelum kebakaran berkembang dan menimbulkan dampak lebih luas.
Sementara itu, Manager PT Saraswati Agro Estate menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam proses pemadaman.
Menurutnya, sinergi antara perusahaan, kepolisian, BPBD, KPH, dan unsur lainnya sangat membantu dalam mengendalikan kebakaran di kawasan perkebunan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bersama-sama membantu melakukan pemadaman. Sejak mendapat informasi adanya kebakaran, kami langsung mengerahkan personel dan unit pemadam kebakaran perusahaan untuk mendukung proses penanganan di lapangan,” ungkapnya.
Ia berharap kondisi lahan benar-benar aman dan tidak kembali terjadi kebakaran, baik di lokasi tersebut maupun kawasan perkebunan lainnya.
Manager PT Saraswati Agro Estate juga mengapresiasi respons cepat Polres Landak dan Polsek Ngabang yang langsung turun ke lapangan.
Ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla, terutama di kawasan yang memiliki karakteristik lahan gambut dan rentan terbakar saat musim kemarau.
Sinergi dan respons cepat seluruh unsur menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran. Dengan penanganan terpadu, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan mengancam permukiman maupun lingkungan di sekitar lokasi.[SK]
.jpeg)