![]() |
| Dinas kesehatan Melawi saat mengunjungi sekolah untuk membagikan masker dan edukasi terkait bahaya asap. SUARALAWANGKUARI/SK |
Berdasarkan data tren penyakit ISPA Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, sebanyak 109 kasus ISPA tercatat pada minggu ke-32 tahun 2026.
Angka tersebut menunjukkan ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian di Kabupaten Melawi. Kondisi lingkungan yang berpotensi terpapar asap dan debu juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai masyarakat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Jejen Relabeto, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya terhadap penyakit yang menyerang saluran pernapasan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan promosi kesehatan, baik di lingkungan Dinas Kesehatan maupun melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Melawi.
“Sudah dilakukan oleh promosi kesehatan, baik di Dinkes maupun UPTD Puskesmas. Di antaranya penyuluhan dan pembagian masker oleh UPTD Puskesmas,” ungkap Jejen Relabeto saat dikonfirmasi jurnalis Suara Kalbar, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah peningkatan kasus penyakit, terutama ketika kondisi lingkungan kurang sehat dan berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
“Untuk minggu ke-32 ini, semua kasus 109 kasus,” jelasnya.
Selain ISPA, data SKDR Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi juga mencatat sebanyak 1.295 kasus Diare Akut sepanjang 2026 hingga minggu ke-32. Pada minggu ke-32, tercatat 41 kasus Diare Akut dengan tren yang relatif stabil.
Sementara itu, grafik tren ISPA dalam data SKDR menunjukkan jumlah kasus yang mengalami fluktuasi dari minggu ke minggu. Pada periode minggu ke-25 hingga sekitar minggu ke-32, kasus ISPA sempat berada pada angka yang cukup tinggi sebelum kembali menurun hingga tercatat 109 kasus pada minggu ke-32.
Dinkes Melawi mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di lingkungan dengan paparan asap atau debu yang tinggi. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan udara yang kurang sehat.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Jika mengalami keluhan yang berlanjut atau semakin berat, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Jejen menegaskan, pencegahan penyakit bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan juga sangat diperlukan untuk menekan risiko peningkatan kasus.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan penyakit,” pungkasnya.[SK]
