Mempawah (Suara Lawang Kuari) – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Barat melalui aksi nyata di ruang publik.
Mengusung tema “Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri”, DPW LDII Kalbar bersama berbagai elemen masyarakat bergotong royong membersihkan dan mempercantik Terminal Bus Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan bakti sosial tersebut diisi dengan aksi membersihkan lingkungan terminal, mengecat pagar, memasang bendera Merah Putih, hingga pembacaan deklarasi komitmen cinta tanah air.
Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda dan Forkopimcam, TNI, damkar swasta, mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL), tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, awak media, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya.
Turut hadir Ketua DPW LDII Kalbar Susanto, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah Raja Fajar Azansyah yang mewakili Bupati Mempawah, Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Agus Suryana, perwakilan Kodim 1201/Mempawah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Mempawah Adrianus, serta perwakilan Yon Hantai Koaderal XII.
Hadir pula Danramil Sungai Pinyuh Kapten Inf Ari Cahyono, mahasiswa KKL dan sejumlah unsur lainnya.
Ketua DPW LDII Kalbar Susanto mengatakan, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial. Menurutnya, 81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Kita berikan sumbangsih, kita isi dengan semua kegiatan yang positif agar bangsa ini semakin maju, menjadi bangsa yang berdaulat, bangsa yang tegak di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Susanto menilai aksi bersih-bersih dan penataan Terminal Sungai Pinyuh mungkin terlihat sederhana. Namun, nilai utama kegiatan tersebut terletak pada tumbuhnya kepedulian dan komitmen bersama untuk merawat fasilitas umum yang digunakan masyarakat.
“Memang barangkali aksi ini tidaklah besar, tidaklah memberikan dampak yang luas. Tetapi setidaknya ini momentum kita menjadikan kegiatan hari ini bentuk dari komitmen bersama, kita dukung, kita peduli terhadap Republik ini,” katanya.
Menurut Susanto, masyarakat Sungai Pinyuh memiliki modal sosial berupa kekompakan dan semangat kebersamaan yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.
Karena itu, ia mengajak masyarakat agar semangat gotong royong tidak hanya muncul ketika peringatan hari besar nasional, tetapi terus dipelihara melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Mempawah, Raja Fajar Azansyah, memberikan apresiasi atas inisiatif DPW LDII Kalbar bersama seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, menjaga dan merawat fasilitas umum merupakan bentuk sederhana namun memiliki makna penting dalam mengisi kemerdekaan.
“Untuk mengisi kemerdekaan itu tidak bisa sendiri, tidak bisa pemerintah hanya pemerintah. Namun kita sebagai generasi penerus wajib mengisi kemerdekaan dengan kemampuan kita masing-masing,” ungkapnya.
Raja Fajar juga mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan para penggiat media dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki ruang dan cara masing-masing untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Ia menilai kolaborasi berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Raja Fajar turut mengingatkan pengelola Terminal Sungai Pinyuh agar menjaga kebersihan dan hasil penataan yang telah dilakukan bersama. Menurutnya, semangat gotong royong harus terus dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.
“Mari kita menjaga lingkungan, memberikan hal-hal yang baik bagi lingkungan dan juga bagi Kabupaten Mempawah, khususnya Kecamatan Sungai Pinyuh,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPW LDII Kalbar bersama berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Gotong royong membersihkan fasilitas publik sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan, merawat fasilitas umum, dan memperkuat kepedulian sosial merupakan bagian dari kontribusi masyarakat dalam mengisi 81 tahun kemerdekaan Indonesia.[SK]
