Pontianak (Suara LawangKuari) – Pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak beberapa waktu terakhir membuat aktivitas masyarakat terganggu. Namun kondisi berbeda dirasakan Ferdi, warga Jalan Sepakat 1, Pontianak, yang tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari berkat sistem panel surya yang telah digunakannya sejak tahun 2010.
Energi Surya dirumah Ferdi di Sepakat 1, Pontianak, Kalimanta Barat, Selasa (7/7/2026). SUARALAWANGKUARI/SK
Di tengah ketergantungan masyarakat terhadap pasokan listrik konvensional, Ferdi justru menjadi contoh bagaimana energi terbarukan mampu memberikan solusi alternatif saat terjadi gangguan pasokan listrik.
Menurut Ferdi, pemadaman listrik yang terjadi beberapa hari terakhir tidak terlalu berdampak terhadap aktivitas keluarganya, terutama pada siang hari ketika panel surya bekerja secara optimal memanfaatkan sinar matahari.
“Semua berjalan otomatis. Kalau siang tidak masalah. Paling malam saja kita batasi penggunaan listrik, seperti untuk lampu dan cas handphone,” ujarnya saat ditemui, Selasa (7/7/2026).
Perjalanan Ferdi memanfaatkan energi surya bukanlah hal yang instan. Ia mengaku mulai membangun sistem panel surya secara bertahap sejak 16 tahun lalu dengan membeli perangkat sedikit demi sedikit sesuai kemampuan finansialnya.
“Saya sudah menggunakan panel surya ini sejak tahun 2010. Jadi beli alatnya dicicil satu-satu dan pemasangan saya sendiri. Yang penting tahu ilmu dasarnya kalau mau menambah amper atau voltase,” katanya.
Keputusan menggunakan panel surya berawal dari pengamatannya terhadap kondisi geografis Kota Pontianak yang memiliki intensitas sinar matahari cukup tinggi hampir sepanjang tahun. Potensi tersebut dinilai sangat ideal untuk menghasilkan energi listrik dari tenaga surya.
“Alasan menggunakan panel surya ini karena kita lihat kondisi cuaca di Pontianak yang mataharinya cukup cerah. Dengan begitu listrik yang dihasilkan melalui panel ini semakin banyak dan bisa mengurangi tagihan listrik,” jelasnya.
Selain membantu menghemat biaya listrik rumah tangga, penggunaan energi surya juga memberikan rasa aman saat terjadi gangguan pasokan listrik dari jaringan utama. Menurut Ferdi, kemandirian energi menjadi salah satu manfaat terbesar yang ia rasakan selama menggunakan panel surya.
“Dengan tenaga surya ini supaya kita juga lebih mandiri, tidak terlalu tergantung listrik, dan pastinya lebih hemat biaya pembayaran listrik. Saat ini saya merasa tidak terlalu terdampak pemadaman bergilir. Tagihan listrik per bulan bisa hemat sekitar 30 sampai 40 persen,” ungkapnya.
Ferdi menjelaskan, kebutuhan listrik terbesar di rumahnya berasal dari penggunaan pendingin ruangan (AC) dan kompor induksi. Meski demikian, kombinasi energi dari panel surya dan listrik PLN mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya dengan cukup baik.
Saat ini, Ferdi memiliki tujuh unit panel surya yang beroperasi setiap hari. Sistem yang digunakan merupakan kombinasi antara energi surya dan listrik PLN, dengan komposisi sekitar 40 persen pasokan berasal dari panel surya dan 60 persen dari jaringan listrik konvensional.
Pengalaman Ferdi menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan bukan lagi sekadar wacana, melainkan solusi nyata yang dapat membantu masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tantangan pasokan listrik, pemanfaatan panel surya seperti yang dilakukan Ferdi menjadi gambaran bahwa energi bersih dapat menjadi alternatif masa depan yang ramah lingkungan, ekonomis, dan mampu meningkatkan ketahanan energi masyarakat.[SK]