Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dan dihadiri Ketua Pengurus Provinsi PELTI Kalimantan Barat, unsur Forkopimda Kalbar, Direktur Utama Bank Kalbar, pengurus KONI Kalbar, pengurus KONI Kota Pontianak, para atlet, pelatih, wasit, official, serta insan olahraga tenis lapangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi PELTI Kalbar yang konsisten menyelenggarakan kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi di daerah. Menurutnya, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang sehat, disiplin, tangguh, dan berkarakter.
“Melalui olahraga kita menanamkan nilai-nilai kejujuran, kerja keras, sportivitas, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama. Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat jasmani, kuat mental, dan memiliki karakter yang mampu membawa Kalimantan Barat semakin maju dan berdaya saing,” ujar Norsan.
Ia menegaskan bahwa Kejurprov PELTI Cup II bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet yang berkelanjutan. Kompetisi yang rutin dan berkualitas diyakini menjadi salah satu kunci utama dalam mencetak atlet berprestasi.
Menurut Norsan, pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini melalui sistem yang terencana, berjenjang, dan berkesinambungan. Dengan semakin banyaknya kompetisi, peluang lahirnya petenis-petenis potensial Kalbar akan semakin besar.
“Apabila pembinaan terus dilakukan secara berkesinambungan dan kompetisi terus diperbanyak, saya optimistis olahraga tenis lapangan Kalimantan Barat akan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah,” katanya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Norsan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif. Ia menilai keberhasilan atlet tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga dukungan berbagai pihak mulai dari organisasi olahraga, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, klub olahraga, hingga keluarga.
“Prestasi olahraga adalah hasil kerja bersama, bukan hanya tanggung jawab atlet semata. Karena itu, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar pembinaan atlet berjalan secara berkesinambungan,” tegasnya.
Selain memberikan motivasi kepada para atlet, Gubernur juga menyampaikan sejumlah masukan kepada panitia penyelenggara agar pelaksanaan kejuaraan pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih matang dan meriah. Ia berharap jadwal pelaksanaan juga mempertimbangkan hari libur sehingga dapat menarik lebih banyak penonton dan pecinta tenis untuk hadir menyaksikan pertandingan secara langsung.
Kepada seluruh peserta, Norsan berpesan agar menjadikan kejuaraan ini sebagai sarana meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman bertanding, sekaligus mempererat persaudaraan antar-atlet dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Bertandinglah dengan penuh semangat, percaya diri, disiplin, dan junjung tinggi sportivitas. Jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Yang menang jangan berbangga hati, yang belum berhasil jangan berkecil hati. Menang maupun kalah adalah bagian dari proses, namun menjaga integritas dan menghormati lawan merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, wasit, official, dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan Kejurprov PELTI Cup II Tahun 2026.
“Mari kita jadikan PELTI Cup II Tahun 2026 sebagai momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas atlet, sekaligus memperkuat semangat untuk membawa olahraga Kalimantan Barat semakin maju,” tutupnya.
Pembukaan Kejurprov PELTI Cup II Kalimantan Barat Tahun 2026 ditandai dengan seremoni servis bola tenis secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat bersama Ketua Pengprov PELTI Kalbar dan jajaran Forkopimda yang hadir. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya persaingan sehat para atlet tenis lapangan terbaik Kalbar dalam upaya meraih prestasi dan mengukir masa depan olahraga yang lebih gemilang.[SK]
