Streaming Radio Lawang Kuari

Video Viral PETI di Sungai Sekadau Diselidiki, Polisi Pastikan Tidak Ada Aktivitas

Editor: Admin author photo

  

Polres Sekadau cek dugaan adanya PETI seperti yang diviralkan medsos, hasilnya nihil.SUARALAWANGKUARI/SK
Sekadau (Suara Lawang Kuari) – Kepolisian Resor Sekadau bergerak cepat merespons beredarnya video viral di media sosial yang menampilkan dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Sekadau, Jalan Tanjung Penanjung, Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (21/4/2026).

Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus meredam keresahan masyarakat.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, pengecekan langsung dilakukan oleh personel Satreskrim Polres Sekadau ke lokasi yang diduga menjadi titik aktivitas sebagaimana dalam video.

Tim berangkat dari Mapolres Sekadau menggunakan kendaraan roda dua dan hanya membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit untuk tiba di lokasi. Setibanya di sana, petugas melakukan penelusuran dengan mencocokkan ciri-ciri lingkungan, mulai dari susunan pepohonan hingga kondisi seberang sungai.

“Berdasarkan hasil penelusuran, lokasi yang diduga sesuai dengan video berhasil ditemukan,” ungkap AKP Triyono.

Namun demikian, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan fakta berbeda. Tidak ditemukan adanya aktivitas pertambangan ilegal di lokasi tersebut. Petugas juga tidak melihat keberadaan lanting maupun mesin dompeng, serta tidak mendengar suara mesin yang lazim digunakan dalam aktivitas PETI.

Aliran Sungai Sekadau pun terpantau dalam kondisi normal tanpa indikasi aktivitas penambangan.

Selain pemeriksaan langsung, polisi juga menggali informasi dari warga sekitar. Seorang warga mengungkapkan bahwa sebelumnya memang sempat terlihat satu unit lanting di tengah sungai, namun tidak diketahui secara pasti aktivitas yang dilakukan.

Di sisi lain, warga menyebut adanya aktivitas penyedotan pasir menggunakan mesin dompeng oleh masyarakat setempat, yang diduga memicu kesalahpahaman hingga video tersebut viral.

“Meski telah memperoleh keterangan dari warga, tim tetap melakukan dokumentasi serta penelusuran lanjutan sebagai bagian dari verifikasi. Hingga saat ini tidak ditemukan aktivitas seperti dalam video yang beredar,” jelas Triyono.

Polres Sekadau menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap potensi praktik pertambangan ilegal, termasuk melalui jajaran Polsek hingga ke wilayah pedalaman.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas PETI maupun kegiatan ilegal lainnya yang berpotensi merusak lingkungan dan melanggar hukum.

“Upaya pencegahan terus kami lakukan melalui sosialisasi dan pemantauan berkelanjutan agar praktik pertambangan ilegal dapat ditekan,” pungkasnya.[SK]
Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play