(Suara Lawang Kuari) – Operasi pencarian dan evakuasi kecelakaan helikopter PK-CFX yang terjadi di Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, masih terus berlangsung hingga Kamis (16/04/2026).
Kepala Kantor SAR Pontianak, Junetra, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.39 WIB. Titik lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 00°12’00” Lintang Selatan dan 110°44’00” Bujur Timur, atau sekitar 114 kilometer dengan radial 258 derajat dari Pos SAR Sintang.
“Kami menerima informasi bahwa pada 16 April 2026 telah terjadi kecelakaan helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Desa Tapang Tinggang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau,” ujar Junetra dalam konferensi pers.
Upaya pencarian awal dilakukan melalui jalur udara dengan menyisir area berdasarkan koordinat yang telah ditentukan. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran udara sebanyak dua hingga tiga kali guna memastikan titik awal lokasi jatuhnya helikopter.
“Pencarian difokuskan pada titik koordinat yang diduga terdapat serpihan pesawat. Penyisiran udara kami lakukan berulang kali untuk memastikan lokasi secara akurat,” jelasnya.
Meski demikian, proses evakuasi menghadapi tantangan berat di lapangan. Kondisi geografis berupa perbukitan terjal serta cuaca hujan yang mengguyur wilayah tersebut menyulitkan akses menuju lokasi, terutama melalui jalur darat.
“Medan cukup sulit dijangkau karena berada di kawasan perbukitan. Ditambah kondisi cuaca hujan, tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut tidak menyurutkan upaya tim SAR untuk terus melakukan pencarian dan evakuasi secara maksimal,” tegasnya.
Diketahui, helikopter tersebut membawa delapan orang penumpang yang saat ini masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan. Hingga kini, seluruh unsur yang terlibat terus berupaya memastikan korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan aman.[SK]