Bengkayang (Suara Lawang Kuari) - Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus mengintensifkan upaya penurunan angka stunting melalui sinergi berbagai pihak, mulai dari kepala desa, camat, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Penjabat Bupati Bengkayang, Manto, menekankan pentingnya edukasi pola makan sehat, perawatan ibu hamil, serta optimalisasi pemanfaatan Posyandu dalam rapat koordinasi yang digelar di Bengkayang, Jumat (14/11/2024).
Rapat koordinasi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bengkayang pada Rabu (13/11/2024).[SK]
“Dengan keterlibatan semua pihak, tentu kita dapat mencegah dan menurunkan angka stunting di wilayah kita,” ujar Manto, seperti dikutip dari ANTARA.
Dalam rapat ini, pihaknya mengevaluasi strategi penanggulangan stunting dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, sekaligus menyusun langkah-langkah konkret untuk mengurangi prevalensi stunting.
Manto optimistis bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga terkait dapat menurunkan angka stunting secara signifikan.
“Stunting adalah persoalan yang harus diselesaikan bersama-sama,” tegasnya, sambil mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen melalui program-program yang ada dan merancang kebijakan baru yang lebih efektif.
Upaya Pemkab Bengkayang ini juga didukung oleh Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) sebesar Rp5,9 miliar yang digelontorkan oleh BKKBN Kalimantan Barat pada 2023.
Meskipun demikian, data menunjukkan kenaikan prevalensi stunting di Bengkayang, yang naik menjadi 32,7 persen pada 2023 dibandingkan 30,1 persen pada 2022.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Pintauli Romangasi Siregar, menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan tersebut.
Kapolres Bengkayang, AKBP Teguh Nugroho, turut mendukung program nasional penanganan stunting dengan pendekatan kolaboratif 3 pilar (TNI, Polri, dan Nakes) hingga ke tingkat desa.
“Kami melaksanakan program Kampung Lamus yang rutin setiap Jumat dengan pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak stunting,” jelas Teguh.
Metode CARE (Collecting, Analyzing, Evaluating, and Reacting) juga diterapkan oleh Polres Bengkayang untuk memastikan efektivitas program tersebut.
Teguh menekankan bahwa upaya ini membutuhkan komitmen jangka panjang dan dedikasi.
“Saya harap seluruh personel menjadikan upaya penanganan stunting ini sebagai ladang ibadah dan amal jariyah,” tambahnya.
Program kolaboratif dan upaya evaluatif ini diharapkan mampu memperkuat efektivitas penurunan angka stunting di Kabupaten Bengkayang, mewujudkan generasi yang lebih sehat dan sejahtera.[SK]