![]() |
| Di Tengah Kekeringan dan Kabut Asap, KPA Ciwanadri Melawi Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga. SUARALAWANGKUARI/SK |
Memasuki tahap kedua penyaluran bantuan, KPA Ciwanadri Melawi kembali mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Ketua Umum KPA Ciwanadri Melawi, Dea Kusumah Wardhana, mengatakan pada tahap kedua ini pihaknya menyiapkan sekitar 20 ribu liter air bersih yang akan disalurkan secara bertahap ke sejumlah desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Hari ini kita sudah suplai di Desa Kenual dan Desa Kelakik. Besok kita akan mendistribusikan ke daerah Tanjung Tengang dan Desa Baru,” kata Dea, Jumat (4/9/2026).
Menurut Dea, pendistribusian dilakukan dengan berbagai cara agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara maksimal, termasuk warga yang berada di lokasi yang sulit diakses kendaraan tangki air.
Selain memanfaatkan armada tangki air milik PDAM Tirta Melawi, KPA Ciwanadri juga menyalurkan air dalam kemasan galon secara langsung kepada masyarakat.
“Untuk warga yang sulit dijangkau armada tangki, kita suplai langsung menggunakan air galon kemasan. Ini kita lakukan agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih,” jelasnya.
Dea mengungkapkan, sejak 31 Agustus hingga 4 September 2026, pihaknya telah menyalurkan 512 galon air bersih secara langsung kepada masyarakat. Setiap galon memiliki kapasitas 19 liter sehingga total air yang telah didistribusikan mencapai sekitar 8.192 liter.
“Air galon ini kita beli langsung dari sejumlah penyedia air minum dalam kemasan yang ada di Kota Nanga Pinoh,” ungkapnya.
Sementara untuk distribusi menggunakan armada tangki, KPA Ciwanadri memanfaatkan kendaraan milik PDAM Tirta Melawi dengan kapasitas sekitar 4.000 liter. Pasokan air melalui armada tangki tersebut juga merupakan bagian dari sumbangan Gabungan Mitra Dapur MBG.
Dea menegaskan, aksi sosial KPA Ciwanadri Melawi tidak hanya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih. Dalam pelaksanaannya, berbagai unsur relawan turut dilibatkan, di antaranya Taruna Siaga Bencana (TAGANA), relawan BnR dan Pramuka.
Sejumlah kegiatan sosial lainnya juga dilakukan bersamaan dengan pendistribusian bantuan, seperti pembagian masker, edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
“Kita juga ada kegiatan bagi masker, edukasi pencegahan karhutla, cek kesehatan dan kegiatan sosial lainnya,” tutur Dea.
Menurutnya, kondisi kekeringan yang masih terjadi membuat kebutuhan masyarakat terhadap air bersih semakin meningkat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, khususnya masyarakat yang kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dea juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia menilai penanganan dampak kekeringan, kabut asap dan karhutla membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dan membantu kegiatan ini. Baik yang memberikan dukungan air, armada, tenaga maupun para relawan yang turun langsung ke lapangan,” pungkasnya.
KPA Ciwanadri Melawi memastikan penyaluran bantuan air bersih akan terus dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi di lapangan.
Di tengah situasi sulit akibat kekeringan dan karhutla, bantuan air bersih diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana bersama. [SK]
