Streaming Radio Lawang Kuari

Tutup KKM FISIP Untan di Landak, Karolin Dorong Mahasiswa Jadi Generasi Emas

Editor: Admin author photo

 

Tutup KKM FISIP Untan di Landak, Karolin Dorong Mahasiswa Bawa Aksi Nyata. SUARALAWANGKUARI/SK
Landak (Suara Lawang Kuari) – Bupati Landak Karolin Margret Natasa resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Tahun 2026 di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Penutupan sekaligus agenda penjemputan mahasiswa tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Landak untuk mendorong mahasiswa memperkuat kemampuan dan pengalaman lapangan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Karolin mengatakan, pelaksanaan KKM menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori akademik yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.

“KKM ini menjembatani antara teori, buku, dengan kenyataan di lapangan. Dan seharusnya itu dua hal yang tidak boleh saling bertentangan,” ujar Karolin.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada mahasiswa mengenai berbagai persoalan pembangunan, pelayanan publik, serta dinamika sosial yang terjadi di daerah.

Karolin juga mengingatkan ratusan mahasiswa peserta KKM agar terus mengembangkan kemampuan, baik hard skills maupun soft skills. Hal tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada 2035.

“Harapan kita pada anak-anak muda melalui Universitas Tanjungpura, semoga bisa melanjutkan karyanya menempa anak-anak muda kita agar menjadi generasi emas di masa yang akan datang, bukan menjadi generasi cemas,” tutur Karolin.

Dalam kesempatan tersebut, Karolin turut menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah tantangan pembangunan daerah. Salah satunya berkaitan dengan penarikan sebagian kewenangan ke pemerintah pusat dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD).

Menurutnya, kebijakan yang semakin tersentralisasi berpotensi membuat kebutuhan spesifik masing-masing daerah tidak terpetakan secara optimal, terutama dalam pemenuhan fasilitas pelayanan publik dasar di wilayah pelosok.

“Ketika semua ditarik ke pusat, terpusat, tersentral, satu komando, kebutuhan daerah menjadi tidak terpetakan dengan baik dan juga tidak dapat terpenuhi sesuai dengan kondisi daerah,” tegasnya.

KKM FISIP Untan Tahun 2026 di Kabupaten Landak berlangsung selama satu bulan. Sebanyak 426 mahasiswa diterjunkan dan tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jelimpo, Ngabang, Sengah Temila, dan Mandor.

Ketua Panitia KKM FISIP Untan 2026, Haunan Fachry Rohilie, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Landak atas dukungan selama pelaksanaan kegiatan.

Ia juga mengapresiasi masyarakat dan pemerintah desa yang telah menerima serta memberikan ruang kepada mahasiswa untuk berinteraksi dan menjalankan berbagai program selama berada di lokasi KKM.

“Salah satu tolok ukur keberhasilan KKM, apakah kemudian masyarakat atau pemerintah desa itu menangis atau bahagia ditinggal oleh mahasiswa KKN. Ada yang sampai kepala desanya pun bersedih karena ditinggalkan oleh adik-adik KKN,” kata Haunan saat menyampaikan laporan panitia.

Menurutnya, kedekatan mahasiswa dengan masyarakat selama pelaksanaan KKM menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan pengabdian tersebut mendapat respons positif dari masyarakat desa.

Haunan berharap kerja sama antara FISIP Untan dengan Pemerintah Kabupaten Landak tidak berhenti setelah berakhirnya KKM tahun ini.

“Semoga ini bukan pertama, bukan terakhir kita bekerja sama, tapi menjadi fondasi untuk melangsungkan kolaborasi dalam bidang-bidang yang lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Untan, Viza Juliansyah, yang hadir mewakili Dekan FISIP Untan, menilai pengalaman mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Menurutnya, banyak pelajaran yang justru diperoleh mahasiswa ketika terjun langsung ke tengah masyarakat dan menghadapi persoalan nyata di lapangan.

“Yang sesungguhnya adalah kita yang sering kali lebih banyak belajar daripada dari masyarakat,” ungkap Viza di hadapan peserta KKM dan jajaran pejabat daerah.

Viza juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk menjaga nama baik almamater selama menjalankan tugas hingga seluruh rangkaian kegiatan benar-benar selesai.

Ia berharap pengalaman selama berada di desa dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

“Mudah-mudahan itu jadi bekal bagi adik-adik untuk menunjukkan bahwa di dunia nyata kita tidak cuma butuh teori, tapi juga aksi nyata,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya KKM FISIP Untan 2026 di Kabupaten Landak, pengalaman selama satu bulan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi desa, tetapi juga membentuk mahasiswa yang lebih peka, adaptif dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.[SK]

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Play