![]() |
| Pemkab KKR Perluas Layanan Air Bersih, Sujiwo Apresiasi Komisi V DPR. SUARALAWANGKUARI/SK |
Pembangunan infrastruktur dasar tersebut ditargetkan rampung pada September 2027 dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus memperluas akses pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Setelah pembangunan selesai, pelayanan air bersih akan menyasar lima desa, yakni Teluk Kapuas, Parit Baru, Sungai Raya Dalam, Limbung, dan Arang Limbung.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pembangunan IPA Arang Limbung merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperbaiki kualitas dan kontinuitas pelayanan air bersih, khususnya bagi masyarakat Kecamatan Sungai Raya.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan groundbreaking pembangunan IPA yang menjadi langkah awal untuk meningkatkan pelayanan air bersih, khususnya di Kecamatan Sungai Raya. Setelah proyek ini selesai, kita pastikan kualitas layanan air bersih akan meningkat dan menjadi lebih maksimal,” kata Sujiwo.
Menurut Sujiwo, keberadaan IPA baru diharapkan dapat menjawab keluhan masyarakat terkait aliran air yang selama ini belum optimal. Selain meningkatkan kualitas air, proyek tersebut juga akan memperluas cakupan pelayanan melalui penambahan sambungan rumah tangga.
“Airnya kita pastikan lebih jernih dan alirannya lebih lancar. Tidak seperti kondisi sekarang yang masih kecil. Nantinya juga ada tambahan sambungan ke rumah-rumah masyarakat, kurang lebih sebanyak tujuh ribu sambungan,” ujarnya.
Pembangunan IPA Arang Limbung diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp89 miliar setelah dilakukan rasionalisasi dari pagu sebelumnya.
Sujiwo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Komisi V DPR RI, yang dinilai turut mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di Kubu Raya.
“Kalau tidak dibantu oleh Pak Lasarus dan teman-teman di Komisi V, dengan kondisi keuangan daerah yang sedang sulit, tidak mungkin kita bisa merogoh anggaran sampai Rp89 miliar. Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat,” katanya.
Ia meminta masyarakat bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pembangunan IPA beserta sarana pendukungnya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum peningkatan pelayanan air bersih dapat dirasakan secara maksimal.
“Yang pertama saya mohon masyarakat bersabar. Sarana pendukung dan IPA ini harus dibangun terlebih dahulu. Insyaallah setelah tuntas, khususnya lima desa ini, pelayanan air bersihnya akan benar-benar baik dan maksimal,” tuturnya.
Sujiwo mengatakan pembangunan IPA Arang Limbung bukan menjadi satu-satunya upaya Pemkab Kubu Raya dalam memperluas akses air bersih.
Pemerintah daerah juga tengah memikirkan pengembangan jaringan di sejumlah wilayah lain, di antaranya Kecamatan Sungai Ambawang, Desa Kapur, Sungai Kakap, dan Rasau Jaya.
Khusus Kecamatan Sungai Kakap, Pemkab Kubu Raya tengah mengupayakan pembangunan jaringan air bersih melalui skema kerja sama. Pemerintah daerah juga mengusulkan dukungan anggaran kepada pemerintah pusat untuk pembangunan pipanisasi dan booster dengan nilai sekitar Rp165 miliar.
Sujiwo mengakui, kebutuhan anggaran untuk mewujudkan pelayanan air bersih secara menyeluruh di Kubu Raya sangat besar. Karena itu, pihaknya akan terus berkomunikasi dan memperjuangkan dukungan pemerintah pusat.
“Ketika kita ingin memaksimalkan layanan air bersih yang merupakan hak dasar rakyat, memang membutuhkan anggaran yang sangat besar. Saya tidak malu untuk memperjuangkannya, meminta, dan melobi pemerintah pusat. Yang penting tujuan akhirnya adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera,” tegasnya.
Menurut Sujiwo, penyediaan air bersih memiliki dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Akses air bersih berkaitan erat dengan kesehatan masyarakat, upaya penurunan angka stunting, hingga penciptaan iklim investasi yang lebih baik.
“Ketika kita bicara air bersih, bukan hanya persoalan air bersih. Di situ ada masalah kesehatan, penurunan stunting, investasi dan lain sebagainya. Karena itu, ini menjadi hal yang sangat penting dan menjadi prioritas. Saya bersama Pak Wabup dan seluruh jajaran akan mengatensinya semaksimal mungkin,” katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan pembangunan IPA Arang Limbung merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan cakupan pelayanan air bersih di Kabupaten Kubu Raya.
Lasarus menyebut cakupan pelayanan air bersih di Kubu Raya saat ini baru mencapai sekitar 20,7 persen. Dengan pembangunan IPA senilai sekitar Rp89 miliar tersebut, cakupan pelayanan diperkirakan bertambah sekitar tiga persen menjadi 23,7 persen.
“IPA ini untuk mendukung penambahan sambungan bagi masyarakat Kabupaten Kubu Raya yang layanan air bersihnya baru sekitar 20,7 persen. Dengan anggaran kurang lebih Rp89 miliar ini, diperkirakan cakupan layanan akan bertambah sekitar tiga persen, sehingga menjadi sekitar 23,7 persen,” kata Lasarus.
Ia menilai upaya meningkatkan cakupan pelayanan hingga seluruh wilayah Kubu Raya masih membutuhkan dukungan anggaran yang sangat besar.
Bahkan, kebutuhan dana untuk mengejar cakupan pelayanan hingga 100 persen diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 triliun.
“Untuk mengejar seratus persen, kelihatannya masih jauh sekali. Perkiraan saya masih membutuhkan dana paling tidak di atas Rp1 triliun supaya Kabupaten Kubu Raya bisa terlayani secara keseluruhan,” ujarnya.
Lasarus menjelaskan, kondisi geografis Kubu Raya menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan infrastruktur air bersih. Jarak antardesa dan antardusun yang relatif jauh serta karakteristik wilayah yang sebagian besar berupa lahan gambut membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi lebih tinggi.
“Kubu Raya ini daerah yang sangat mahal pembangunan infrastrukturnya. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari gambut. Mudah-mudahan dengan pembangunan yang kita lakukan hari ini, meskipun belum menyelesaikan semuanya, dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang layanan air bersihnya masih sangat minim,” katanya.
Ia menilai peningkatan pelayanan air bersih semakin penting mengingat posisi Kubu Raya sebagai daerah penyangga Kota Pontianak.
Terlebih, terdapat rencana pemerintah pusat menjadikan Kubu Raya sebagai kota satelit bagi Provinsi Kalimantan Barat. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat kebutuhan terhadap pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sistem penyediaan air minum.
“Kubu Raya ini sangat dekat dengan ibu kota provinsi dan menjadi daerah penyangga. Saya mendapatkan informasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bahwa mudah-mudahan tidak ada halangan, Kubu Raya akan ditetapkan sebagai kota satelit untuk Provinsi Kalimantan Barat. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih menjadi sangat penting,” pungkasnya.[SK]
